Amru Khalid
Ketika ketaatan berubah menjadi sekedar rutinitas maka berkuranglah rasa ketaatan dalam beribadah tersebut, idealnya setiap berangkat ke masjid, mengenakan hijab, atau aktivitas lainnya hendaklah selalu mengingat niat kita agar semangat dan keikhlasan kita baru kembali.
Imam Ibnu Taimiyah
Apa yang bisa dilakukan musuhku terhadapku? Taman dan kebunku ada di dadaku, jika aku pergi ia selalu bersamaku dan takkan meninggalkanku, jika aku dipenjara maka itulah khalwatku, jika aku dibunuh maka itulah syahidku, jika aku diusir dari negeri maka itulah tamasyaku.
Imam Ahmad
Jika suatu hari engkau sedang sendiri maka janganlah berkata, "aku tengah sendiri" tapi hendaklah engkau mengatakan bahwa engkau selalu berada di bawah pengawasan Allah.
Aku lepaskan bikini untuk Niqab, akhirnya aku bebas!
Seorang wanita Barat,
artis, aktivis feminis liberal, model, yang hidup layaknya seperti para wanita
Barat dalam gaya hidup dan cara berpakaian seperti menggunakan bikini, kemudian
masuk Islam setelah menyadari bahwa Islam sangat menjaga harga diri dan hak-hak
perempuan, dan ia kemudian memakai Niqab yang ia yakini sebagai simbol
kebebasan wanita, ia menulis kisahnya sebagai berikut:
Aku seorang wanita
Amerika yang lahir di tengah jantung Amerika. Aku tumbuh seperti gadis lainnya
(seperti biasanya wanita Barat –red), terpaku dengan hidup glamor di kota
besar. Akhirnya aku pindah ke Flourida dan kemudian ke Pantai selatan Miami,
pusatnya bagi yang mencari kehidupan glamor. Tentu saja aku melakukan apa yang
rata-rata para wanita Barat lakukan.
Aku fokus pada penampilanku dan mendasarkan diriku “berharga”
pada berapa banyak perhatian yang aku dapat dari orang lain. Saya bekerja
diluar batas keagamaan dan menjadi personal trainer, memperoleh sebuah rumah
tepi pantai kelas atas, menjadi seorang “penunjuk” pantai-bioskop dan dapat
mrncapai gaya hidup (ala Barat –red).
Bertahun-tahun
berlalu, hanya untuk menyadari bahwa skala ku dalam pemenuhan diri dan
kebahagiaaan meluncur turun, semakin aku berkembang di tampilan “feminim” ku.
Aku adalah budak fashion, aku adalah seorang sandera dalam penampilanku.
Karena kesenjangan berlanjut semakin melebar antara pemenuhan
diri dan gaya hidup, aku mencari pertolongan untuk terlepas dari alkohol dan
pesta ke meditasi, aktivisme, dan alternative agama. Akhirnya aku menyadari
bahwa semua itu (alkohol dan gaya hidup hedonis –red) hanyalah pembunuh
untuk “rasa sakit” bukan obat yang efektif.
Pada saat itu adalah
11 September 2001. Dimana aku menyaksikan serangan berikutnya adalah terhadap
Islam, nilai-nilai dan budaya-budaya Islam, dan deklarasi paling terkenal
“perang salib baru”, aku mulai melihat sesuatu yang disebut Islam. Hingga pada
saat itu, semua aku kaitkan dengan Islam, para wanita yang “terkurung dalam
tenda”, para pemukul Istri (kekerasan suami), dan dunia “terorisme”.
Sebagai seorang
feminis liberal, dan seorang aktivis yang mengejar dunia yang lebih baik,
jalanku bertemu dengan para aktivis lainnya yang telah lama mempimpin
“reformasi penyebab diskriminasi dan keadilan untuk semua (kelompok feminis)”.
Suatu hari, aku
menemukan sebuah buku yang stereotip negatif di Barat -Kitab suci Al Qur’an- .
Awalnya aku tertarik dengan gaya dan pendekatan Al Qur’an, dan kemudian
tertarik oleh prospek pada ekistensi, kehidupan, penciptaan, dan hubungan
antara Sang Pencipta dan ciptaan-Nya. Aku menemukan Al Qur’an menjadi alamat
wawasan untuk hati dan jiwa tanpa perlu seorang penerjemah atau pendeta.
Akhirnya aku menyentuh momentum kebenaran: penemuan baruku, pemenuhan diri,
aktivisme tidak ada apa-apanya dari menghargai sebuah keimanan yang dinamai
Islam, dimana aku dapat hidup di dalam damai sebagai muslim yang fungsional.
Aku membeli sebuah
gaun panjang yang indah (abaya) dan penutup kepala (kerdung) menyerupai
kode/simbol berpakaian muslimah dan aku berjalan menyusuri jalan dan lingkungan
yang sama dimana beberapa hari sebelumnya aku berjalan dengan celana pendek,
bikini, atau pakaian bisnis “elegan” Barat. Meskipun orang-orang, wajah-wajah,
dan semua toko sama, hal itu sangat berbeda, aku tidak merasa sedamai menjadi
seorang wanita yang saya alami untuk pertama kalinya itu. Aku merasa
seolah-olah rantai telah rusak dan akhirnya aku bebas. Aku sangat senang dengan
penampilan baruku, heran dengan wajah orang-orang (memandang) seperti pemburu
melihat mangsanya. Tiba-tiba beban berat dipundakku terangkat. Aku tidak lagi
menghabiskan waktuku untuk berbelanja, mengurus rambutku, dan bekerja.
Akhirnya, aku bebas!.
Dari semua tempat,
saya menemukan Islam saya di jantung apa yang disebut “tempat paling keji di
bumi”.
Disaat puas dengan
Jilbab, aku menjadi penasaran tentang Niqab, melihat meningkatknya jumlah
muslimah memakainya. Aku bertanya kepada suamiku yang Islam-yang aku nikahi
setelah aku berpindah ke Islam-apakah aku harus memakai Niqab atau hanya
memakai Jilbab yang telah aku pakai. Suamiku hanya menasehatiku bahwa dia
meyakini Jilbab adalah wajib sementara Niqab tidak.
Pada saat itu,
Jilbabku menutupi semua rambut kecuali wajahku, dan gaun hitam panjang yang
dikenal “Abaya” yang menutupi seluruh badanku dari leher hingga kaki.
Setahun setengah
berlalu, dan aku mengatakan kepada suamiku, aku ingin memakai Niqab. Alasanku,
saat ini adalah aku merasa itu akan membuat Allah Sang Pencipta lebih ridho,
meningkatkan perasaan damai karena menjadi lebih sederhana. Dia mendukung
keputusanku dan mengajakku untuk membeli “Isdaal”, sebuah gaun hitam panjang
yang menutupi tubuh dari kepala hingga kaki, dan Niqab, yang menutupi seluruh
kepalaku dan wajahku kecuali mataku.
Tak lama kemudian,
berita pelanggaran tentang politisi, pendeta Vatikan, para liberal, dan yang
menyebut diri para aktivis “hak asasi manusia” dan “kebebasan” mengutuk Jilbab
dan Niqab sebagai tekanan bagi perempuan, hambatan bagi integrasi sosial, dan
baru-baru ini, seorang pejabat Mesir mengatakan itu “adalah tanda
keterbelakangan”.
Aku merasa ini adalah
sebuah kemunafikan terang-terangan ketika pemerintah Barat dan yang menyebut
diri kelompok “hak asasi manusia” tergesa-gesa membela “hak-hak wanita” ketika
beberapa pemerintahan memberlakukan kode pakaian tertentu terhadap wanita,
seperti “para pejuang kebebasan” melihat ke arah lain ketika para wanita
dirampas hak-hak mereka, (seperti) pekerjaan dan pendidikan hanya karena mereka
memilih hak mereka untuk mengenakan Niqab atau Jilbab. Saat ini, para wanita
berjilbab atau yang mengenakan Niqab meningkat dilarang dari pekerjaan dan
pendidikan tidak hanya dibawah rezim totaliter seperti Tunisia, Maroko, Mesir,
tetapi juga “demokrasi” Barat seperti Prancis, Belanda, dan Inggris.
Hari ini, aku masih
seorang “feminis”, tetapi seorang “feminis muslim” yang menyeru para muslimah
untuk memikul tanggungjawab mereka dalam memberikan semua dukungan yang mereka
bisa untuk suami mereka untuk menjadi seorang muslim yang baik. Untuk
membesarkan anak-anak mereka sebagai muslim yang lurus sehingga semoga mereka
menjadi cahaya untuk semua ummat manusia, untuk memerintahkan kebaikan dan
melarang keburukan (dakwah). Untuk berbicara kebenaran dan untuk berbicara
melawan semua penyakit, untuk memperjuangkan hak-hak kami (muslimah) untuk
memakai Niqab atau Jilbab dan untuk mencari ridho Allah Sang Pecipta kita
dengan cara apapun yang kita pilih. Tetapi sama pentingnya membawa pengalaman
kita dengan Niqab atau Jilbab untuk sesama perempuan yang mungkin tidak pernah
memiliki kesempatan untuk memahami bagaimana memakai Niqab atau Jilbab berarti
untuk kita dan mengapa kita begitu mahal, dan mendukungnya.
Setuju atau tidak, para wanita (saat ini) dibombardir dengan
(propaganda -red) gaya “pakaian ‘sedikit’ tidak apa-apa” hampir di setiap sarana
komunikasi di dunia. Sebagai mantan non-Muslim, aku bersikeras untuk hak-hak
perempuan untuk sama-sama mengetahui tentang hijab, ini adalah kebajikan, dan
kedamaian dan kebahagiaan, membawa kehidupan seorang perempuan seperti yang
terjadi denganku. Kemarin, bikini adalah simbol dari “kebebasan” ku, ketika
pada kenyataannya itu hanya membebaskan ku dari spiritualitas dan nilai-nilai
kebenaran sebagai manusia yang terhormat.
Aku tidak dapat hidup
lebih bahagia untuk melepaskan bikini ku di pantai Selatan dan gaya hidup
glamor Barat untuk hidup di dalam kedamaian dengan Pencipta ku dan menikmati
hidup diantara sesame manusia sebagai seorang yang berharga. Ini mengapa aku
memilih Niqab, dan mengapa aku akan mati-matian membela hak asasi ku untuk
memakainya. Hari ini, Niqab adalah simbol baru untuk kebebasan wanita!.
Untuk para wanita yang
menyerah kepada stereotip buruk melawan kesopanan Islam, Hijab, aku katakan:
kalian tidak tahu apa yang kalian telah kehilangan!.
Sara Bokker
Sara Bokker adalah
mantan artis/model/instruktur fitness dan aktivis feminis yang telah masuk
Islam. Saat ini, Sara adalah direktur Komunikasi pada “The March For Justice”,
assisten pendiri “The Global Sisters Network” dan produser terkenal “The Global
Sisters Network”.
copas dari arrahmah.com
TITIPKAN HARTAMU KEPADA ALLAH, IA PASTI AKAN MENJAGANYA
Oleh: Ustadz Fuad Al Hazimi
Dari Abdullah bin Umar radhiyallohu 'anhu, beliau berkata :
Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam bersabda :
إِنَّ لُقْمَانَ الْحَكِيمَ كَانَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا اسْتُودِعَ شَيْئاً حَفِظَهُ
Luqman Al Hakim pernah berkata : "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla jika kita menitipkan sesuatu kepada Nya, Ia pasti Menjaganya"
(HR. Ahmad dinyatakan shahih oleh Syaikh Syu'aib Al Arnauth)
Allah Azza wa Jalla Berfirman :
إِنْ تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ
"Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. dan Allah Maha pembalas Jasa lagi Maha Penyantun". (QS At Taghabun 17)
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
"Dan tegakkanlah sholat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai Balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. dan mohonlah ampunan kepada Allah; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
(QS Al Muzzammil 20)
مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan".
(QS Al Baqarah 245)
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Perumpamaan (infaq yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui".
(QS Al Baqarah 261)
Dari Abdullah bin Umar radhiyallohu 'anhu, beliau berkata :
Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam bersabda :
إِنَّ لُقْمَانَ الْحَكِيمَ كَانَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا اسْتُودِعَ شَيْئاً حَفِظَهُ
Luqman Al Hakim pernah berkata : "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla jika kita menitipkan sesuatu kepada Nya, Ia pasti Menjaganya"
(HR. Ahmad dinyatakan shahih oleh Syaikh Syu'aib Al Arnauth)
Allah Azza wa Jalla Berfirman :
إِنْ تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ
"Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. dan Allah Maha pembalas Jasa lagi Maha Penyantun". (QS At Taghabun 17)
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
"Dan tegakkanlah sholat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai Balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. dan mohonlah ampunan kepada Allah; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
(QS Al Muzzammil 20)
مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan".
(QS Al Baqarah 245)
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Perumpamaan (infaq yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui".
(QS Al Baqarah 261)
Sudahkah Kita Berbakti kepada Orang Tua?
Ada sebuah kisah nyata, pada suatu hari seorang ibu sedang bercengkerama dengan anak-anaknya yang sedang asyik belajar. Ia memberikan buku gambar dan krayon kepada anak bungsunya yang masih berusia 4 tahun. Tentunya agar si bungsu tidak mengganggu kakak-kakaknya. Tiba-tiba dia teringat belum menyiapkan makan siang untuk bapak mertuanya. Seorang kakek tua sakit-sakitan yang tinggal di salah satu paviliun yang terpisah dari bangunan rumah utama.
Sehari-hari sang istrilah yang lebih banyak mengurus Bapak mertuanya. Ia mengurusnya sebisanya, suaminya pun cukup puas dengan apa yang dilakukan sang istri untuk ayahnya yang tidak bisa keluar dari ruangan karena kesehatan yang semakin menurun.
Si istri segera menyiapkan makanan dan mengantarkannya sendiri. Ia juga menanyakan apakah ada hal lain yang ia minta. Setelah beres ia kembali menemani anak-anaknya. Ia memperhatikan si bungsu yang sedang menggambar kotak segi empat dengan garis-garis di dalamnya. Sepertinya ia sedang menggambar denah rumah. “Adek sedang menggambar apa?” tanya ibu. “Ini gambar rumahku nanti kalau sudah besar.” Jawabnya.
Kemudian si Ibu menunjuk setiap ruangan sambil menanyakan, “Ini ruangan apa?” “Ini dapur, ruang tamu, kamar tidur, ….” Kata si Bungsu bersemangat. Kemudian si Ibu menunjuk gambar persegi empat yang terpisah dari denah utama, “Ruangan ini kok ada di luar rumah?” Dengan polos si Bungsu menjawab, “Ruangan ini untuk ibu nanti, Ibu tinggal disitu seperti Kakek yang tinggal di paviliun.”
Barulah si Ibu tersadar dengan ucapan polos putranya. Ternyata selama ini ia dan suaminya telah durhaka kepada orang tua. Ia bersyukur telah disadarkan oleh putra bungsunya.
Dari Ibnu Umar berkata bahwa Rosululloh bersabda, “Berbaktilah kepada kedua orang tua, niscaya anak kalian akan berbakti kepada kalian.” (H.R. Thabrani)
Dikutip dari majalah arrisalah Vol. X No. 3 Ramadhan-Syawal 1432 H/September 2010 (dengan perubahan seperlunya) –iwn--
Sehari-hari sang istrilah yang lebih banyak mengurus Bapak mertuanya. Ia mengurusnya sebisanya, suaminya pun cukup puas dengan apa yang dilakukan sang istri untuk ayahnya yang tidak bisa keluar dari ruangan karena kesehatan yang semakin menurun.
Si istri segera menyiapkan makanan dan mengantarkannya sendiri. Ia juga menanyakan apakah ada hal lain yang ia minta. Setelah beres ia kembali menemani anak-anaknya. Ia memperhatikan si bungsu yang sedang menggambar kotak segi empat dengan garis-garis di dalamnya. Sepertinya ia sedang menggambar denah rumah. “Adek sedang menggambar apa?” tanya ibu. “Ini gambar rumahku nanti kalau sudah besar.” Jawabnya.
Kemudian si Ibu menunjuk setiap ruangan sambil menanyakan, “Ini ruangan apa?” “Ini dapur, ruang tamu, kamar tidur, ….” Kata si Bungsu bersemangat. Kemudian si Ibu menunjuk gambar persegi empat yang terpisah dari denah utama, “Ruangan ini kok ada di luar rumah?” Dengan polos si Bungsu menjawab, “Ruangan ini untuk ibu nanti, Ibu tinggal disitu seperti Kakek yang tinggal di paviliun.”
Barulah si Ibu tersadar dengan ucapan polos putranya. Ternyata selama ini ia dan suaminya telah durhaka kepada orang tua. Ia bersyukur telah disadarkan oleh putra bungsunya.
Dari Ibnu Umar berkata bahwa Rosululloh bersabda, “Berbaktilah kepada kedua orang tua, niscaya anak kalian akan berbakti kepada kalian.” (H.R. Thabrani)
Dikutip dari majalah arrisalah Vol. X No. 3 Ramadhan-Syawal 1432 H/September 2010 (dengan perubahan seperlunya) –iwn--
Hoax E-Numbers Lemak Babi
Copy paste dari catatan Ustadz Nanung Danar Dono
Di antara sahabat2 sekalian barangkali ada yg pernah mendapatkan berita bohong di internet (hoax) ‘yang menggelisahkan’ yang bertajuk : “Kode Babi pada Makanan Kemasan (termasuk dalam ES KRIM MAGNUM)” melalui email, mailist, Facebook, Twitter, maupun SMS.
Atas saran banyak sahabat, saya diminta membuat tulisan (note) agar mudah di copy-paste sahabat2, agar bisa bersama2 kembali menenangkan umat dengan berita yang benar.
Sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah Subhanahu wata'ala.
Saya pertama kali memperoleh hoax (informasi bohong di internet) ini di sekitar tahun 2004/2005. Sekarang hoax ini muncul lagi, bahkan menyebut salah satu produk dari sebuah perusahaan terkenal di tanah air. Saya sedih...hoax ini jadi pesan berantai. Banyak saudara kita yang tidak tahu, lalu merasa wajib menyebarluaskannya.
Efeknya tentu menjadi sangat buruk,
Pertama : muncul image bahwa LPPOM MUI tidak amanah, padahal lembaga ini sudah sangat ketat sistemnya.
Kedua : umat seakan jadi sangat mudah diombang-ambingkan berita dari orang fasiq.
Ketiga : ini bisa jadi fitnah bagi perusahaan ybs. Padahal Allah dan Rasul-Nya telah melarang kita bersikap tidak adil hanya gara2 kita tidak suka dengan perusahaannya.
Maka dari itu, perkenankanlah saya menyampaikan beberapa hal sbb.:
Pertama,
Allah Subhanahu wata'ala meminta kita melakukan tabayyun (klarifikasi) jika kita mendengar berita yang meragukan. Jangan sampai kita melakukan perbuatan yang tidak baik, dan kita menyesal di kelak kemudian hari.
Sebagaimana Firman Allah Subhanahu wata'ala dalam QS. Al Hujuraat (49) : 6 berikut :
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”
Kedua,
Ice cream Magnum dari Walls sudah memiliki Sertifikat Halal (no. 00290047180208, berlaku sd. 9 Maret 2012).
Artinya, produk tersebut telah diperiksa dengan cermat dan sangat teliti oleh para ahli (auditor) yang tergabung dalam LPPOM MUI. Emulsifier/stabilizer E472 yang dipakai perusahaan ini juga telah diteliti dan sudah dipastikan bahwa bahannya bukan dari lemak babi (http://hidayatullah.com/read/15974/21/03/2011/lppom:-kode-e472-tidak-berarti-babi.html).
Sebatas yang saya ketahui & saya yakini sbg 'bekas' Sekretaris LPPOM MUI, sangat kecil kemungkinan Walls nekad menggunakan bahan haram. Alasannya, pertama, perusahaan Walls (Unilever) adalah perusahaan raksasa. Apa iya mereka berani mempertaruhkan nama besar perusahaan mereka dgn menggunakan bahan haram. Ajinomoto cukup menjadi pelajaran berharga bagi banyak perusahaan, bahwa kalau nekad menggunakan bahan haram, maka kepercayaan masyarakat hilang (omzet penjualan Ajinomoto saat itu anjlok hingga tinggal 20%).
Ketiga,
LPPOM sangat ketat dalam melaksanakan audit halal. Saat ini terhadap setiap perusahaan yang menghendaki Sertifikat Halal (SH) diberlakukan kewajiban untuk menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH). Ini adalah sistem yang HARUS diterapkan perusahaan yang minta SH. Perusahaan yang bersangkutan harus membuat sistem tertulis yang diberlakukan untuk menjamin status kehalalan seluruh bahan baku dan prosesnya.
Keempat,
Tentang 'Kode Babi Pada Makanan Kemasan', maka saya sampaikan bahwa informasi tentang E-numbers (E-codes) ini jelas keliru. Saya juga pernah berbincang dengan Prof. Umar Santoso (FTP UGM Yogyakarta dan Wakil Direktur LPPOM MUI DIY), dan beliau menyatakan bahwa data-data tentang E-number tsb banyak yg tidak benar.
E-numbers tidak semuanya berasal dari lemak hewan. Ada E-number yang berasal dari bahan nabati, bahan tambang, bahkan bahan sintetis. E-number yang berasal dari hewan, tidak hanya berasal dari lemak, namun juga berasal dari senyawa lain maupun organ tubuh tertentu, seperti : tulang, kulit, telur, susu, dll. E-numbers tidak semuanya emulsifier/stabilizer, apalagi lemak babi. Ada E-number yang berupa senyawa pewarna, senyawa pengawet, senyawa pengasam, senyawa antioksidan, dll.
Informasi resmi dari Halal Food Guide – Inggris berikut juga bisa dipakai sebagai rujukan :http://www.guidedways.com/halalfoodguide.php
Jadi, kesimpulannya, kalimat yang menyatakan bahwa, “...kode-kode E-number mengandung lemak babi” adalah SALAH dan TIDAK BERDASAR fakta ilmiah. Tidak semua E-number itu dari lemak babi dan haram.
Kelima,
Ada beberapa hal yang membuat saya suuuuangat yakin bahwa berita ini adalah hoax :
- Di artikel tsb ditulis bahwa Shaikh Sahib bekerja di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pégal, Perancis. Saya lalu menghubungi sahabat saya Bapak Rudi Yusuf Natamihardja yang tinggal di KJRI Marseille. Setelah beliau melacak keberadaan lembaga ini, beliau mengatakan bahwa Pégal adalah kota kecil dan disana tidak ada lembaga ini. Lembaga yang serupa POM ini ada di Montpellier, bukan di Pégal. Artinya, lembaga serupa POM di Pégal ini adalah lembaga fiktif.
- Saya tertarik mencari tahu siapakah Anjad Khan ini. Saya coba melacak menggunakan search engines Google dan Yahoo, dengan kata kunci Anjad Khan. Dari 14 halaman yang saya buka, alhamdulillah akhirnya ketemu…! Ada 2 orang, yang satu Anjad Khan, tinggal di West Yorkshire, UK. Yang kedua orang Pakistan, yang bekerja sbg konsultan di Neuro Clinic, Medical Practice Industry, Pakistan. Keduanya bukan staf di sebuah lembaga yang bernama Medical Research Institute United States.
- Kemudian, kalau saya ganti kata kuncinya dengan Amjad Khan, maka yang muncul ada 3 orang. Amjad Khan pertama adalah bintang film India (Bolywood). Amjad Khan kedua adalah pemain Cricket Inggris kelahiran Copenhagen, Denmark. Kedua ‘Amjad Khan’ ini tidak terkoneksi dengan sebuah lembaga yang bernama Medical Research Institute United States (kalaupun lembaga tsb ada). Amjad Khan yang ketiga adalah Amjad Khan yang ada pada artikel (hoax) ini. Dari data-data tsb saya simpulkan bahwa nama Anjad/Amjad Khan di artikel ini adalah nama fiktif.
- Kemudian saya mencoba mencari lembaga di Amerika yang disebut sebagai Medical Research Institute United States. Dari upaya pencarian saya, ternyata saya tidak berhasil menemukan lembaga tsb di internet. Yang ada yaitu US Army Medical Research Institute, dan tidak ada satupun artikel yang terkoneksi dengan nama Anjad/Amjad Khan ini. Selain itu, tidak ada jurnal ilmiah yang dipulikasi oleh lembaga ini. Dari fakta-fakta tsb di atas, maka dapat saya simpulkan bahwa lembaga yang disebut sebagai Medical Research Institute United States ini fiktif.
- Kalau benar Syaikh Sahib bekerja sebagai staf quality control (QC), maka mestinya beliau tahu asal bahan tsb (tanpa harus bertanya kepada orang yang 'berwenang' dalam bidang itu). Juga koq aneh, istilahnya koq 'yang berwenang di bidang itu. Lha, bukankah QC yang paling berwenang dalam pengawasan kualitas bahan.
- Saya merasa sangat heran, koq ada perang saudara (civil war) disebabkan karena peluru yang dilapisi lemak babi. Lagi pula, itu perang saudara dimana dan antara siapa melawan siapa? Terkesan dengan sangat bahwa alasan perang ini terlalu dicari-cari.
- Sebatas pengetahuan saya yg sangat minim, penggunaan E-number itu bukan utk menutupi kenyataan, namun untuk memudahkan identifikasi bahan. Saya kira para ahli makanan di Eropa yang beragama Islam sangat banyak dan sangat paham tentang hal ini. Masak sebodoh itu para doktor teknologi pangan Muslim ditipu?
Demikianlah klarifikasi yang dapat saya sampaikan. Semoga sahabat-sahabat sekalian berkenan untuk menyebarluaskan informasi ini agar masyarakat kembali tenang.
Sekedar tambahan informasi, Daftar Produk Halal MUI dapat kita akses dengan mudah melalui website resmi MUI atau melalui link:http://www.halalmui.org/images/stories/pdf/daftar%20produk%20halal%20Maret%202011.pdf
Ikuti pula kajian SEHAT (Seri Halal Thayyibah) yang membahas Halal-Haram Produk Makanan, Minuman, Obat dan Kosmetika melalui streaming radio internet www.radiopengajian.com yang insya Allah rutin dilaksanakan setiap Sabtu malam pkl.20.00-22.00 WIB (13:00-15:00 GMT) langsung dari Italy. Ikuti pula kajian SEHAT (Seri Halal Thayyibah) yang membahas Halal-Haram Produk Makanan, Minuman, Obat dan Kosmetika melalui streaming radio internet.
Nanung Danar Dono
PhD Student at College of Medical, Veterinary, and Life Sciences
University of Glasgow, Glasgow,
Scotland, UK
gambar ilustrasi: ngambil dari http://zainurihanif.com/wp-content/uploads/2012/02/bahaya-babi-E-pada-babi-300x214.jpg


4/09/2013
muslimisME




