Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

APA YANG SALAH DENGAN ANAK KEMARIN SORE?




Tadi malam saya sempat menyaksikan diskusi (baca: debat) di salah satu TV lokal Semarang, narasumbernya dari berbagai ormas Islam yang cukup familiar di negeri ini. Sayang sekali diskusi (debat) yang harusnya mencari solusi tersebut malah lebih cenderung menghakimi salah satu ormas "baru" yang dianggap "membahayakan" persatuan dan kesatuan kaum muslimin di Indonesia. Ada satu momen yang perlu saya garis bawahi, dan masih sangat jelas dalam ingatan saya saat dimana salah satu tokoh ormas—yang meng-klaim sebagai "omas besar" dan memiliki pengikut yang banyak—mengatakan kepada kubu yang lain dengan perkataan yang sungguh tidak pantas diucapkan oleh seorang panutan umat. Dia,tokoh ormas tersebut,berkata kepada ormas “baru” itu “mereka ini anak kemarin sore dan belum lama ngaji, tahu apa mereka?”

tidak hanya itu, dia juga berulang kali memotong pembicaraan pihak lain yang sedang berusaha mengklarifikasi pertanyaan-pertanyaan dari pembawa acara dengan kalimat-kalimat yang semakin menunjukkan kalau dia berbicara atas dasar nafsu semata. Sungguh sangat tidak layak dan sangat jauh dari akhlak para ulama-ulama generasi terbaik umat ini yaitu generasi para shahabat dan tabi’in dimana mereka—para shahabat dan tabi’in—lebih mengedepankan sifat lemah lembut dan menghargai pendapat orang lain sekalipun usianya jauh lebih muda darinya.

Masih ingatkah kita kisah amirul mukminin Umar bin Abdul Aziz dengan putranya (Abdul Malik)? Ketika itu beliau (Umar bin Abdul Aziz) dalam keadaan luar biasa lelah setelah seharian berurusan dengan urusan kaum muslimin. Sesampainya di rumah beliau hendak qailulah (tidur sejenak menjelang dzuhur) untuk mengurangi sedikit rasa lelahnya. Namun seketika itu juga datanglah Abdul Malik dan berkata, “Apakah ayah hendak tidur sebelum mengembalikan hak orang-orang yang dizalimi?” Amirul mukminin menjawab, “Wahai anakku, aku telah begadang semalaman untuk mengurus pemakaman pamanmu Sulaiman, nanti jika tiba waktu dhuhur aku akan shalat bersama manusia dan akan aku kembalikan hak orang-orang yang dizalimi kepada pemiliknya, insya Alloh.” kemudian Abdul Malik berkata lagi, “Siapa yang menjamin bahwa Anda masih hidup hingga datang waktu dhuhur wahai amirul mukminin?”. Seketika itu juga Umar bin Abdul Aziz terhenyak dan hilanglah semua rasa kantuk yang ada pada diri beliau, kembaililah semua kekuatan dan tekad pada jasadnya yang telah lelah, beliau berkata “Mendekatlah engkau Nak, segala puji bagi Alloh yang telah mengeluarkan dari tulang sulbiku seorang anak yang dapat membantu melaksanakan agamaku.”

Sungguh betapa luar biasanya akhlak seorang ayah sekaligus seorang pemimpin umat yang mau mendengarkan dan melaksanakan nasihat “anak kemarin sore” yang tidak lain adalah putranya sendiri, Abdul Malik. Hal itu membuktikan bahwa beliau (Umar bin Abdul Aziz) adalah pribadi yang jujur terhadap kebenaran dan membuang jauh-jauh sifat sombong yang senantiasa menolak kebenaran karena alasan ini dan itu. Shahabat ‘Aliy bin Abi Thaalib radliyallaahu ‘anhu pernah berkata :
إِنَّ اْلحَقَّ لاَ يُعْرَفُ بِالرِّجَالِ, اِعْرِفِ اْلحَقَّ تَعْرِفْ أَهْلَهُ
“Sesungguhnya kebenaran itu tidak dikenali melalui orang-orang, namun kenalilah kebenaran, niscaya engkau akan mengenali orang-orangnya”.

Jadi, apa yang salah dengan “anak kemarin sore” jika yang mereka katakan dan suarakan adalah kebenaran, tentunya kebenaran yang bersumber dari Al Quran dan Sunnah yang shahih.

wallohu a’lam bisshowab.
(nawizam/muslimisme)

TITIPKAN HARTAMU KEPADA ALLAH, IA PASTI AKAN MENJAGANYA


Oleh: Ustadz Fuad Al Hazimi

Dari Abdullah bin Umar radhiyallohu 'anhu, beliau berkata :

Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam bersabda :

إِنَّ لُقْمَانَ الْحَكِيمَ كَانَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا اسْتُودِعَ شَيْئاً حَفِظَهُ

Luqman Al Hakim pernah berkata : "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla jika kita menitipkan sesuatu kepada Nya, Ia pasti Menjaganya"

(HR. Ahmad dinyatakan shahih oleh Syaikh Syu'aib Al Arnauth)

Allah Azza wa Jalla Berfirman :

إِنْ تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ 

"Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. dan Allah Maha pembalas Jasa lagi Maha Penyantun". (QS At Taghabun 17)

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Dan tegakkanlah sholat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai Balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. dan mohonlah ampunan kepada Allah; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

(QS Al Muzzammil 20)

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan".

(QS Al Baqarah 245)

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ 

"Perumpamaan (infaq yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui".

(QS Al Baqarah 261)

Hoax E-Numbers Lemak Babi


Copy paste dari catatan Ustadz  Nanung Danar Dono

Di antara sahabat2 sekalian barangkali ada yg pernah mendapatkan berita bohong di internet (hoax) ‘yang menggelisahkan’ yang bertajuk : “Kode Babi pada Makanan Kemasan (termasuk dalam ES KRIM MAGNUM)” melalui email, mailist, Facebook, Twitter, maupun SMS.
Atas saran banyak sahabat, saya diminta membuat tulisan (note) agar mudah di copy-paste sahabat2, agar bisa bersama2 kembali menenangkan umat dengan berita yang benar.

Sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah Subhanahu wata'ala.
Saya pertama kali memperoleh hoax (informasi bohong di internet) ini di sekitar tahun 2004/2005. Sekarang hoax ini muncul lagi, bahkan menyebut salah satu produk dari sebuah perusahaan terkenal di tanah air. Saya sedih...hoax ini jadi pesan berantai. Banyak saudara kita yang tidak tahu, lalu merasa wajib menyebarluaskannya.

Efeknya tentu menjadi sangat buruk,
Pertama : muncul image bahwa LPPOM MUI tidak amanah, padahal lembaga ini sudah sangat ketat sistemnya.
Kedua : umat seakan jadi sangat mudah diombang-ambingkan berita dari orang fasiq.
Ketiga : ini bisa jadi fitnah bagi perusahaan ybs. Padahal Allah dan Rasul-Nya telah melarang kita bersikap tidak adil hanya gara2 kita tidak suka dengan perusahaannya.

Maka dari itu, perkenankanlah saya menyampaikan beberapa hal sbb.:

Pertama,
Allah Subhanahu wata'ala meminta kita melakukan tabayyun (klarifikasi) jika kita mendengar berita yang meragukan. Jangan sampai kita melakukan perbuatan yang tidak baik, dan kita menyesal di kelak kemudian hari.
Sebagaimana Firman Allah Subhanahu wata'ala dalam QS. Al Hujuraat (49) : 6 berikut :
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

Kedua,
Ice cream Magnum dari Walls sudah memiliki Sertifikat Halal (no. 00290047180208, berlaku sd. 9 Maret 2012).
Artinya, produk tersebut telah diperiksa dengan cermat dan sangat teliti oleh para ahli (auditor) yang tergabung dalam LPPOM MUI. Emulsifier/stabilizer E472 yang dipakai perusahaan ini juga telah diteliti dan sudah dipastikan bahwa bahannya bukan dari lemak babi (http://hidayatullah.com/read/15974/21/03/2011/lppom:-kode-e472-tidak-berarti-babi.html).

Sebatas yang saya ketahui & saya yakini sbg 'bekas' Sekretaris LPPOM MUI, sangat kecil kemungkinan Walls nekad menggunakan bahan haram. Alasannya, pertama, perusahaan Walls (Unilever) adalah perusahaan raksasa. Apa iya mereka berani mempertaruhkan nama besar perusahaan mereka dgn menggunakan bahan haram. Ajinomoto cukup menjadi pelajaran berharga bagi banyak perusahaan, bahwa kalau nekad menggunakan bahan haram, maka kepercayaan masyarakat hilang (omzet penjualan Ajinomoto saat itu anjlok hingga tinggal 20%).

Ketiga,
LPPOM sangat ketat dalam melaksanakan audit halal. Saat ini terhadap setiap perusahaan yang menghendaki Sertifikat Halal (SH) diberlakukan kewajiban untuk menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH). Ini adalah sistem yang HARUS diterapkan perusahaan yang minta SH. Perusahaan yang bersangkutan harus membuat sistem tertulis yang diberlakukan untuk menjamin status kehalalan seluruh bahan baku dan prosesnya.

Keempat,
Tentang 'Kode Babi Pada Makanan Kemasan', maka saya sampaikan bahwa informasi tentang E-numbers (E-codes) ini jelas keliru. Saya juga pernah berbincang dengan Prof. Umar Santoso (FTP UGM Yogyakarta dan Wakil Direktur LPPOM MUI DIY), dan beliau menyatakan bahwa data-data tentang E-number tsb banyak yg tidak benar.

E-numbers tidak semuanya berasal dari lemak hewan. Ada E-number yang berasal dari bahan nabati, bahan tambang, bahkan bahan sintetis. E-number yang berasal dari hewan, tidak hanya berasal dari lemak, namun juga berasal dari senyawa lain maupun organ tubuh tertentu, seperti : tulang, kulit, telur, susu, dll. E-numbers tidak semuanya emulsifier/stabilizer, apalagi lemak babi. Ada E-number yang berupa senyawa pewarna, senyawa pengawet, senyawa pengasam, senyawa antioksidan, dll.

Informasi resmi dari Halal Food Guide – Inggris berikut juga bisa dipakai sebagai rujukan :http://www.guidedways.com/halalfoodguide.php

Jadi, kesimpulannya, kalimat yang menyatakan bahwa, “...kode-kode E-number mengandung lemak babi” adalah SALAH dan TIDAK BERDASAR fakta ilmiah. Tidak semua E-number itu dari lemak babi dan haram.

Kelima,
Ada beberapa hal yang membuat saya suuuuangat yakin bahwa berita ini adalah hoax :

  • Di artikel tsb ditulis bahwa Shaikh Sahib bekerja di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pégal, Perancis. Saya lalu menghubungi sahabat saya Bapak Rudi Yusuf Natamihardja yang tinggal di KJRI Marseille. Setelah beliau melacak keberadaan lembaga ini, beliau mengatakan bahwa Pégal adalah kota kecil dan disana tidak ada lembaga ini. Lembaga yang serupa POM ini ada di Montpellier, bukan di Pégal. Artinya, lembaga serupa POM di Pégal ini adalah lembaga fiktif.
  • Saya tertarik mencari tahu siapakah Anjad Khan ini. Saya coba melacak menggunakan search engines Google dan Yahoo, dengan kata kunci Anjad Khan. Dari 14 halaman yang saya buka, alhamdulillah akhirnya ketemu…! Ada 2 orang, yang satu Anjad Khan, tinggal di West Yorkshire, UK. Yang kedua orang Pakistan, yang bekerja sbg konsultan di Neuro Clinic, Medical Practice Industry, Pakistan. Keduanya bukan staf di sebuah lembaga yang bernama Medical Research Institute United States.
  • Kemudian, kalau saya ganti kata kuncinya dengan Amjad Khan, maka yang muncul ada 3 orang. Amjad Khan pertama adalah bintang film India (Bolywood). Amjad Khan kedua adalah pemain Cricket Inggris kelahiran Copenhagen, Denmark. Kedua ‘Amjad Khan’ ini tidak terkoneksi dengan sebuah lembaga yang bernama Medical Research Institute United States (kalaupun lembaga tsb ada). Amjad Khan yang ketiga adalah Amjad Khan yang ada pada artikel (hoax) ini. Dari data-data tsb saya simpulkan bahwa nama Anjad/Amjad Khan di artikel ini adalah nama fiktif.
  • Kemudian saya mencoba mencari lembaga di Amerika yang disebut sebagai Medical Research Institute United States. Dari upaya pencarian saya, ternyata saya tidak berhasil menemukan lembaga tsb di internet. Yang ada yaitu US Army Medical Research Institute, dan tidak ada satupun artikel yang terkoneksi dengan nama Anjad/Amjad Khan ini. Selain itu, tidak ada jurnal ilmiah yang dipulikasi oleh lembaga ini. Dari fakta-fakta tsb di atas, maka dapat saya simpulkan bahwa lembaga yang disebut sebagai Medical Research Institute United States ini fiktif.
  • Kalau benar Syaikh Sahib bekerja sebagai staf quality control (QC), maka mestinya beliau tahu asal bahan tsb (tanpa harus bertanya kepada orang yang 'berwenang' dalam bidang itu). Juga koq aneh, istilahnya koq 'yang berwenang di bidang itu. Lha, bukankah QC yang paling berwenang dalam pengawasan kualitas bahan.
  • Saya merasa sangat heran, koq ada perang saudara (civil war) disebabkan karena peluru yang dilapisi lemak babi. Lagi pula, itu perang saudara dimana dan antara siapa melawan siapa? Terkesan dengan sangat bahwa alasan perang ini terlalu dicari-cari.
  • Sebatas pengetahuan saya yg sangat minim, penggunaan E-number itu bukan utk menutupi kenyataan, namun untuk memudahkan identifikasi bahan. Saya kira para ahli makanan di Eropa yang beragama Islam sangat banyak dan sangat paham tentang hal ini. Masak sebodoh itu para doktor teknologi pangan Muslim ditipu?

Demikianlah klarifikasi yang dapat saya sampaikan. Semoga sahabat-sahabat sekalian berkenan untuk menyebarluaskan informasi ini agar masyarakat kembali tenang.
Sekedar tambahan informasi, Daftar Produk Halal MUI dapat kita akses dengan mudah melalui website resmi MUI atau melalui link:http://www.halalmui.org/images/stories/pdf/daftar%20produk%20halal%20Maret%202011.pdf
Ikuti pula kajian SEHAT (Seri Halal Thayyibah) yang membahas Halal-Haram Produk Makanan, Minuman, Obat dan Kosmetika melalui streaming radio internet www.radiopengajian.com yang insya Allah rutin dilaksanakan setiap Sabtu malam pkl.20.00-22.00 WIB (13:00-15:00 GMT) langsung dari Italy. Ikuti pula kajian SEHAT (Seri Halal Thayyibah) yang membahas Halal-Haram Produk Makanan, Minuman, Obat dan Kosmetika melalui streaming radio internet.

Nanung Danar Dono
PhD Student at College of Medical, Veterinary, and Life Sciences
University of Glasgow, Glasgow,
Scotland, UK

gambar ilustrasi: ngambil dari http://zainurihanif.com/wp-content/uploads/2012/02/bahaya-babi-E-pada-babi-300x214.jpg

Kalau Cinta Jangan Mengkhianati!


Oleh: Mas Iwan

Cinta merupakan salah satu anugerah terindah dari Alloh l kepada hambaNya. Cinta memang susah dilukiskan, tak dapat diungkapkan namun kehadirannya dapat dirasakan oleh setiap orang. Tabiat seseorang yang mencintai adalah melakukan segala hal demi membahagiakan orang yang dicintainya tersebut, dan sebaliknya ia akan senantiasa menjauhi hal-hal yang dibenci oleh orang yang dicintainya.

Dalam Islam, Rosululloh n mengajarkan kita untuk mencintai beliau melebihi diri kita sendiri. Dalam Shahih Al-Bukhari diriwayatkan, bahwa Umar bin Khathab a berkata kepada Nabi n :

لأَنْتَ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ إِلاَّ مِنْ نَفْسِيْ . فَقَالَ : لاَ وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ . فَقَالَ : لَهُ عُمَرُ : فَإِنَّكَ اْلآنَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِيْ . فَقَالَ : اْلآنَ يَا عُمَرُ

“Sesungguhnya engkau wahai Rosululloh, adalah orang yang paling aku cintai daripada segala sesuatu selain diriku sendiri.” Nabi n bersabda, ‘Tidak, demi Dzat yang jiwaku ada di TanganNya, sehingga aku lebih engkau cintai dari dirimu sendiri’. Maka Umar berkata kepada beliau, ‘Sekarang ini engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.’ Maka Nabi n bersabda, ‘Sekarang (telah sempurna kecintaanmu (imanmu) padaku) wahai Umar.” (HR. Bukhari VI/2445 no.6257)

Itu artinya tidak akan sempurna iman seseorang sebelum ia mencintai Rosululloh n melebihi dirinya sendiri. Cinta itu bukti bukan hanya janji apalagi hanya sebatas puisi. Bukti cinta itu haruslah dengan perbuatan, tidak cukup hanya dengan karangan bunga apalagi cuma karangan cerita. Jika lisan kita telah mengatakan cinta terhadap Rosul maka sudah seharusnya tingkah laku kita pun harus sesuai dengan apa yang telah dicontohkan beliau n , Alloh l berfirman:
,

{لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا}

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rosululloh itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh” (QS al-Ahzaab:21)

Apa-apa yang disukai dan diperintahkan Rosul harus kita jalankan meskipun terasa berat dilaksanakan, dan sebaliknya apa-apa yang tidak disukai bahkan yang dilarang Rosul harus kita tinggalkan meskipun terasa menyenangkan jika kita lakukan. Saudaraku, perlu kita ketahui bahwasannya di akhirat kelak kita akan dikumpulkan bersama orang-orang yang kita cintai.

Shahabat Anas bin Malik a yang menggambarkan kegembiraan para shahabat ketika mendengar sebuah sabda Rosululloh n, Anas bin Malik berkata, “Maka kami (para shahabat) tidak pernah merasakan suatu kegembiraan setelah (kegembiraan dengan) Islam melebihi kegembiraan kami tatkala mendengar sabda Rosululloh n, “Engkau (akan dikumpulkan di surga) bersama orang yang kamu cintai”. Maka aku mencintai Nabi n, Abu bakar a dan Umar a, dan aku berharap akan bersama mereka (di surga nanti) dengan kecintaanku kepada mereka meskipun aku belum mampu melakukan seperti amal perbuatan mereka” (Mutafaqun ‘alaih)

Jika kita memang mencintai maka buktikanlah dengan ketaatan dan jangan sekali-kali kita melakukan pengkhianatan dengan kemaksiatan diantaranya dengan melakukan hal-hal yang dibenci serta dilarang Alloh dan RosulNya, semoga kita termasuk orang-orang yang dikumpulkan bersama Rosululloh n di jannah Nya kelak. (iwn)


Jika Alloh Menghendaki Kalian Pasti Menang


Oleh: Ustadz Ibnu Hasan At Thobari

 ولو يشاء الله لانتصر منهم ولكن ليبلوا بعضكم بعضا ..

Sekiranya Alloh menghendaki niscaya Dia membinasakan mereka, tapi Dia hendak mengujimu antara satu dengan yang lain (Q.S. muhammad: 4)

Sebagian kaum muslimin kadang dihinggapi perasaan ciut nyali dengan gertakan orang-orang kafir karena mereka mengira tidak ada lagi yang mampu menegakkan Islam ini, sebab disaat kaum muslimin akan bangkit untuk menegakkan Dinullah maka saat itu juga kesesatan dan kesyirikan bersatu memadamkan kembali cahaya agama ini.

Ini namanya su’udzdzan bilLaah, kita "menganggap" seolah orang-orang kafir itu dengan kemajuan teknologinya dan kekuatan militer serta persenjataannya akan mampu mengalahkan Alloh Rabbul 'Alamin.

Coba kita buka dan baca al-qur'an, apakah kita lupa dengan nasib kaum 'aad, tsamud dan penduduk rass? Kaum 'aad adalah masyarakat yang sangat maju di zamannya mereka adalah super power, dengan ilmu dan teknologinya mereka telah mampu memahat rumah-rumah dari cadas gunung berbatu, seraya berkata dengan belagu: "adakah yang lebih kuat dan lebih hebat dari kami?"

Apa yang terjadi setelah itu?

Alloh kirimkan badai yang lebih dahsyat dari kekuatan mereka, sehingga badai tersebut menerbangkan salah seorang diantara mereka ke langit lalu dihempaskan ke bumi sehingga pecah kepalanya, lalu angin masuk kedalam tubuhnya dan menyeret isi perutnya hingga seperti batang pohon kurma yang kosong. Dan azab itu tidak menyisakan satu orangpun diantara mereka

Ketika Alloh hendak membinasakan penduduk sebuah negeri yang telah membunuh seorang mu'min dari keluarga Yasin, Alloh berfirman:

 وما أنزلنا على قومه من بعده من جند من السماء وما كنا منزلين * إن كانت إلا صيحة واحدة فإذاهم خامدين

(Dan setelah dia meninggal) .. Kami tidak menurunkan satu pasukan pun dari langit kepada kaumnya, dan Kami tidak perlu menurunkannya, tidak ada siksa bagi mereka melainkan dengan satu teriakan saja maka seketika itupun mereka mati binasa (Q.S. yasin: 28-29)

Sungguh sangat mudah bagi Alloh menurunkan satu pasukan dari langit tapi cukup bagi Alloh mengutus satu malaikat saja kepada mereka yaitu malaikat Jibril ‘alaihissalam lalu malaikat yang mulia ini berteriak dengan satu teriakan yang menjadikan jantung mereka copot dan modar kojor koid seketika itu juga ..

Sangat mudah bagi Alloh membinasakan orang-orang kafir, akan tetapi Alloh ingin menguji orang-orang mu'min dengan keberadaan orang-orang kafir dan menguji orang-orang kafir dengan adanya orang-orang mu'min sebagaimana Alloh Firmankan didalam surah muhammad ayat 4 diatas. Apa tujuannya? Ulama mengatakan agar ada jihad, agar ada pengorbanan, agar ada mati syahid dari fihak orang mu'min sehingga dengannya Alloh akan meninggikan derajat mereka, memuliakan maqam mereka dan menjadikan mereka menjadi hamba yang dekat kepadaNya. Sementara bagi orang-orang kafir bagi mereka dua keburukan yaitu kekafiran dan perbuatan menghalangi manusia dari jalan Alloh yang dengannya mereka peroleh kehinaan mendapatkan tempat didasar neraka.

Kita ingat tentang kisah tongkatnya Nabi Musa alaihissalam yang berubah menjadi ular yang besar dan ganas menghabisi ular-ular kecil tukang sihir fir'aun. Sungguh sangat mudah bagi Alloh untuk sekaligus menghabisi fir'aun dengan ular jelmaan tongkat Nabi Musa alaihissalam itu, akan tetapi Alloh berkehendak lain yaitu menjadikan peristiwa itu sebagai ujian dan agar benturan antara yang haq dengan yang bathil tetap berlangsung dan tidak berhenti disitu ..

Sekiranya Alloh menghendaki niscaya Dia membinasakan mereka, tapi Dia hendak mengujimu antara satu dengan yang lain, dan orang-orang yang gugur di jalan Alloh, Alloh tidak akan menyia-nyiakan amal mereka, Alloh memberi petunjuk kepada mereka dan memperbaiki kondisi mereka dan memasukkan kedalam surga yang telah diperkenalkanNya kepada mereka (Q.S. muhammad: 4-6)

Alloh Maha Kuasa menghancurkan musuh-musuhNya tanpa harus ada jihad, tanpa pengorbanan dan tanpa mati syahid dari fihak kaum mu'minin sebagaimana Alloh Maha Kuasa memberikan hidayah kepada seluruh manusia tanpa kecuali tanpa ada usaha keras dari para da'i karena sesungguhnya Alloh yang menguasai hati semua manusia sebagaimana FirmanNya:

 ولو شئنا لآتينا كل نفس هدىها

Dan jika Kami mau niscaya Kami berikan setiap jiwa hidayah baginya (Q.S. assajadah: 13)

 ولو شاء ربك لآمن من فى الأرض جميعا

Jika Rabbmu menghendaki tentulah beriman semua orang di bumi seluruhnya (Q.S. yunus: 99)

Namun Alloh senang melihat para da'i bekerja keras dalam rangka menuntun manusia, berjihad dengan harta dan jiwa mereka menegakkan agama Alloh, lalu Alloh berikan mereka ganjaran pahala yang agung, dan Alloh Yang Maha Tau Dan Maha Bijaksana punya tujuan dalam semua peristiwa dan semua urusan hamba-hambaNya ..

Wallaahu yaquulul haqqa wa huwa yahdis sabiil .. (iwn)

Mereka yang Kaya karena Menjual dengan Harga Murah


Oleh: Mas Iwan

Wanita adalah mahluk yang diciptakan Alloh l dengan segala keunikannya, betapa tidak? Secara fisik mereka ditakdirkan tidak lebih kuat dari pada pria namun kenyataannya tidak selalu wanita dapat dikalahkan oleh pria. Dalam kehidupan nyata tidak sedikit kaum pria yang bertekuk lutut di hadapan wanita. Seolah mereka lupa akan kekuatan fisik yang mereka miliki.

Berbicara mengenai wanita, di bumi ini tidak ada satu agamapun yang menghargai dan memuliakan wanita melebihi ISLAM. Islamlah yang senantiasa melindungi kehormatan dan hak-hak wanita dengan sangat adil meskipun tidak sedikit dari mereka (para wanita) karena kebodohannya justru menentang perlakuan adil tersebut. Bahkan menganggap bahwa Islam adalah agama yang diskriminatif terhadap hak-hak dan kebebasan wanita.

Salah satu hal yang paling sering dijadikan tuduhan diskriminasi Islam terhadap wanita adalah mengenai kewajiban mengenakan kerudung hijab seperti yang difirmankan Alloh dalam Al Quran berikut:

“Katakanlah kepada wanita-wanita beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.’” (Qs. An-Nuur: 31)

Dan firman-Nya,
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzaab: 59)

Dan sabda Rosululloh n berikut:
“Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaithan akan menghiasinya.” (Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi)

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Dan banyak lagi keterangan mengenai kewajiban berhijab bagi wanita dan ancaman jika tidak berhijab. Namun seiring dengan berubahnya zaman, seakan kini kewajiban menutup aurat bagi wanita tidak dianggap sebagai hal yang penting atau bahkan mungkin ancaman Alloh dan Rosul-Nya dianggap sebatas main-main saja? Wal’iyadzubillah. Acapkali kita menyaksikan di media-media banyak sekali wanita-entah itu selebriti, model, atau orang umum sekalipun-yang “mengobral” aurat mereka demi mendapatkan secuil kekayaan duniawi. Mereka menjadi kaya dan terkenal karena “keberaniannya” memamerkan apa yang mereka miliki (baca: aurat) ke semua orang. Sepertinya gemerlap kehidupan dunia dan segala kemewahannya telah mengalahkan janji dan ancaman Alloh l .

Jika kita cermati perumpamaan dunia dibandingkan akhirat tidaklah seberapa, bahkan dalam sebuah hadist riwayat Imam Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah disebutkan Rosululloh n bersabda, “Dunia ini dibanding akhirat tiada lain hanyalah seperti jika seseorang diantara kalian mencelupkan jarinya ke lautan, maka hendaklah dia melihat air yang menempel di jarinya setelah dia menariknya kembali.”

Sungguh sangat ironis jika kita tahu bagaimana kedudukan dunia dibanding akhirat tetapi tidak sedikit dari kita (terutama para wanita) yang dengan “suka rela” mengorbankan akhiratnya hanya untuk kesenangan dunia yang tidak seberapa. Secara materi dunia mereka kaya dan bahkan memiliki segalanya tetapi mereka lupa bahwa mereka telah menghargai diri (baca: aurat) mereka dengan begitu murahnya. Segala sesuatunya akan dimintai pertanggungjawaban di hari akhir kelak dan siapakah yang lebih teliti perhitungannya melebihi Alloh l ? wallohu a’lam bisshowab. (iwn)

Referensi hadist:



Sudahkah Kita Berbakti Kepada Orang Tua?


Oleh: Mas Iwan

Ada sebuah kisah nyata, pada suatu hari seorang ibu sedang bercengkerama dengan anak-anaknya yang sedang asyik belajar. Ia memberikan buku gambar dan krayon kepada anak bungsunya yang masih berusia 4 tahun. Tentunya agar si bungsu tidak mengganggu kakak-kakaknya. Tiba-tiba dia teringat belum menyiapkan makan siang untuk bapak mertuanya. Seorang kakek tua sakit-sakitan yang tinggal di salah satu paviliun yang terpisah dari bangunan rumah utama.

Sehari-hari sang istrilah yang lebih banyak mengurus Bapak mertuanya. Ia mengurusnya sebisanya, suaminya pun cukup puas dengan apa yang dilakukan sang istri untuk ayahnya yang tidak bisa keluar dari ruangan karena kesehatan yang semakin menurun.

Si istri segera menyiapkan makanan dan mengantarkannya sendiri. Ia juga menanyakan apakah ada hal lain yang ia minta. Setelah beres ia kembali menemani anak-anaknya. Ia memperhatikan si bungsu yang sedang menggambar kotak segi empat dengan garis-garis di dalamnya. Sepertinya ia sedang menggambar denah rumah. “Adek sedang menggambar apa?” tanya ibu. “Ini gambar rumahku nanti kalau sudah besar.” Jawabnya.

Kemudian si Ibu menunjuk setiap ruangan sambil menanyakan, “Ini ruangan apa?” “Ini dapur, ruang tamu, kamar tidur, ….” Kata si Bungsu bersemangat. Kemudian si Ibu menunjuk gambar persegi empat yang terpisah dari denah utama, “Ruangan ini kok ada di luar rumah?” Dengan polos si Bungsu menjawab, “Ruangan ini untuk ibu nanti, Ibu tinggal disitu seperti Kakek yang tinggal di paviliun.”
Barulah si Ibu tersadar dengan ucapan polos putranya. Ternyata selama ini ia dan suaminya telah durhaka kepada orang tua. Ia bersyukur telah disadarkan oleh putra bungsunya.
Dari Ibnu Umar a berkata bahwa Rosululloh n bersabda, “Berbaktilah kepada kedua orang tua, niscaya anak kalian akan berbakti kepada kalian.” (H.R. Thabrani)

Dikutip dari majalah arrisalah Vol. X No. 3 Ramadhan-Syawal 1432 H/September 2010 (dengan perubahan seperlunya) –iwn--

Pilih Sendiri Surga Mana Yang Kamu Suka

Oleh: Fuad Al Hazimi


Pilih Sendiri Surgamu

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ

اقْرَأْ وَارْقَ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

“Dikatakan kepada shahibul Qur'an , bacalah dan tingkatkanlah bacaanmu serta bacalah dengan tartil seperti engkau membacanya dengan tartil ketika di dunia karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’I, Tirmidzi berkata, hadits hasan shahih)

Shahibul Qur'an bukan sekedar membaca Al Qur'an tetapi tidak memahami isinya dan bahkan bertentangan antara kehidupannya dengan kandungan dan isi Al Qur'an yg dibacanya. Shahibul Qur'an adalah orang yang membacanya, menghafalkannya, mentadabburinya, memahami isinya, berakhlaq dengan akhlaq Al Qur'an, menghalalkan yg dihalalkan Al Qur'an dan mengharamkan yang diharamkannya. Patuh pada yang muhkamat dan beriman terhadap yang mutasyabihat. Memahami tafsir Al Qur'an, hukum-hukum syari'ah dalam Al Qur'an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup, undang-undang dasarnya dan sebagai Imam atau pemimpin bagi kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Inilah di antara makna Ahul Qur'an atau Shahibul Qur'an.

Orang seperti ini yang sehari-harinya lisannya tidak pernah kering dari bacaan Al Qur'an dan akhlaknya adalah perwujudan dari Al Qur'an, yang diberi kehormatan "memilih" surga mana yang ia suka.

Allahumma ij'alnaa min ahlil Qur'an alladziina hum ahluka khashshsatuka : Ya Allah jadikanlah kami sebagai Ahlul Qur'an yang merupakan "ahli (orang terdekat) Mu dan orang-orang pilihan-Mu"

KEUTAMAAN MEMBACA DAN MENGKAJI AL QUR’AN

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri”. (QS Fathir 29-30)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal”. (QS Al Anfal 2)

"Sesungguhnya orang yang benar-benar beriman kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong". (QS As Sajdah 15)

"Sebaik-baik kalian adalah mereka yang belajar Al Qur'an dan mengajarkannya" (HR. Bukhari dan Muslim)

“Orang yang mahir membaca Al Qur’an ia bersama-sama dengan para utusan yang mulia lagi terpuji (para malaikat). Sedangkan orang yang membaca Al Qur’an, tetapi dia tidak mahir, membacanya tertegun-tegun dan nampak agak berat lidahnya (belum lancar), dia akan mendapat dua pahala.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Sesungguhnya Allah Ta’alaa mengangkat derajat beberapa golongan manusia dengan Kalam ini (Al Qur’an) dan merendahkan derajat golongan lainnya.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Bacalah Al-Qur’an karena dia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (Riwayat Muslim)

“Barangsiapa membaca satu huruf Kitab Allah, maka dia mendapat pahala satu kebaikan sedangkan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif, satu huruf dan Lam satu huruf serta Mim satu huruf.” (Riwayat Tirmidzi dan katanya: hadits Hasan Shahih)

“Sesungguhnya orang yang tidak terdapat dalam rongga badannya sesuatu dari Al-Qur’an adalah seperti rumah yang roboh.” (Riwayat Tirmidzi dan katanya: hadits hasan sahih)

MINTALAH DENGAN AL QUR'AN ALLAH BERIKAN APA YG TDK DIBERIKAN KPD MEREKA YG MEMINTA

Allah Berfirman dalam Hadits Qudsy : “Barangsiapa disibukkan dengan mengkaji Al Qur’an dan menyebut nama-Ku (berdzikir), sehingga tidak sempat meminta kepada-Ku, maka Aku berikan kepadanya sebaik-baik pemberian yang Aku berikan kepada orang orang yang meminta. Dan keutamaan kalam Allah atas perkataan lainnya adalah seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya”. (Riwayat Tirmidzi dan katanya: hadits hasan)

Rasulullah bersabda : “Di hari kiamat nanti Al Qur’an akan datang menemani kita (ahlul Qur’an) seraya berkata : “Ya Rabbi, pakaikanlah untuknya mahkota kemulyaan, lalu ia pun diberi mahkota kemulyaan. Lalu Al Qur’an berkata : “Ya Allah tambahkan lagi”. Maka kemudian dikenakanlah padanya pakaian kemulyaan”. Lalu Al Qur’an berkata “Ya Rabb limpahkan keridhoan-Mu padanya. Lalu Allah pun ridho atasnya. Lalu dikatakan kepadaya : “Bacalah, dan tingkatkan bacaanmu, niscaya akan ditambahkan kepadamu satu kebajikan dalam setiap satu ayat”. (HR Tirmidzi dengan sanad Hasan Shahih)

Al QUR'AN ADALAH PENYEMBUH

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”. (QS Al Isra' 82)

“Bacalah Al Qur’an karena Allah tidak menyiksa hati yang menghayati Al Qur’an”. (HR Ibnu Abi Dawud dengan sanad Shahih)

DO’A PARA PECINTA AL QUR’AN

Rasulullah bersabda :

“Barangsiapa yang sedang mendapatkan musibah, kesedihan hati dan kegundahan jiwa kemudian membaca do’a ini pastilah Allah akan menghilangkan semua kesedihan dan kesulitannya serta menggantikan dengan jalan keluar baginya”.

اَللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوْبِناَ، وَنُوْرَ صُدُوْرِناَ، وَجَلاَءَ أَحْزَانِناَ، وَذَهَابَ هُمُوْمِناَ

“Ya Allah jadikanlah Al Qur’an sebagai penyejuk hati kami, cahaya yang menyinari dada kami, pelipur duka kami dan penghapus kesedihan kami”.

Lalu seseorang bertanya kepada Rasulullah“Ya Rasulallah, bolehkah kami menghafalkannya ?”.

Beliau menjawab : “Aku anjurkan bagi yang mendengarnya agar menghafalkan (dan mengamalkannya)”.

(HR. Hakim dalam Al Mustadrak, beliau berkata : Hadits ini Shahih dengan persyaratan Imam Muslim)

اَللَّهُمَّ اجْعَلْناَ مِمَّنْ يُحِلُّ حَلاَلَهُ وَيُحَرِّمُ حَرَامَهُ، وَيَعْمَلُ بِمُحْكَمِهِ وَيُؤْمِنُ بِمُتَشَابِهِهِ، وَيَتْلُوْهُ حَقَّ تِلاَوَتِه

Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang menghalalkan yang diharamkan Al Qur'an dan mengharamkan yang dihalalkannya, mengamalkan yang telah muhkam (pasti hukumnya) dan beriman dengan yang Mutasyabihat (masih samar-samar maknanya, dan hanya Allah yang Mengetahuinya) serta membacanya dengan bacaan sungguh-sungguh"

اَللَّهُمَّ ارْحَمْناَ بِالْقُرْآنْ، وَاجْعَلْهُ لَناَ إِماَماً وَنُوْراً وَهُدًى وَرَحْمَةْ . اَللَّهُمَّ ذَكِّرْناَ مِنْهُ ماَ نَسِيْناَ، وَعَلِّمْناَ مِنْهُ ماَ جَهِلْناَ، وَارْزُقْنـاَ تِلاَوَتَهُ آناَءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهاَرْ، وَاجْعَلْهُ لَناَ حُجَّةً، ياَ رَبَّ الْعاَلمَيِنْ.

Ya Allah limpahkanlah kasih sayang-Mu kepada kami dengan (melalui) Al Qur’an, jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk dan rahmat bagi kami. Ya Allah ingatkanlah apa-apa yang kami lupa darinya, ajarkanlah yang kami tidak tahu, dan limpahkanlah rizki kepada kami (dalam bentuk) membacanya sepanjang siang dan malam hari. Dan jadikanlah ia pembela kami di hari kiamat nanti, wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang“Ya Allah limpahkanlah kasih sayang-Mu kepada kami dengan”.

CATATAN :

Bagi yg ANTI SYARI'AH ISLAM JANGAN BACA DO'A INI, karena menjadikan Al Qur'an sebagai pemimpin berarti menerapkan Syari'ah Allah dalam kehidupannya.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates