Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Jika Alloh Menghendaki Kalian Pasti Menang


Oleh: Ustadz Ibnu Hasan At Thobari

 ولو يشاء الله لانتصر منهم ولكن ليبلوا بعضكم بعضا ..

Sekiranya Alloh menghendaki niscaya Dia membinasakan mereka, tapi Dia hendak mengujimu antara satu dengan yang lain (Q.S. muhammad: 4)

Sebagian kaum muslimin kadang dihinggapi perasaan ciut nyali dengan gertakan orang-orang kafir karena mereka mengira tidak ada lagi yang mampu menegakkan Islam ini, sebab disaat kaum muslimin akan bangkit untuk menegakkan Dinullah maka saat itu juga kesesatan dan kesyirikan bersatu memadamkan kembali cahaya agama ini.

Ini namanya su’udzdzan bilLaah, kita "menganggap" seolah orang-orang kafir itu dengan kemajuan teknologinya dan kekuatan militer serta persenjataannya akan mampu mengalahkan Alloh Rabbul 'Alamin.

Coba kita buka dan baca al-qur'an, apakah kita lupa dengan nasib kaum 'aad, tsamud dan penduduk rass? Kaum 'aad adalah masyarakat yang sangat maju di zamannya mereka adalah super power, dengan ilmu dan teknologinya mereka telah mampu memahat rumah-rumah dari cadas gunung berbatu, seraya berkata dengan belagu: "adakah yang lebih kuat dan lebih hebat dari kami?"

Apa yang terjadi setelah itu?

Alloh kirimkan badai yang lebih dahsyat dari kekuatan mereka, sehingga badai tersebut menerbangkan salah seorang diantara mereka ke langit lalu dihempaskan ke bumi sehingga pecah kepalanya, lalu angin masuk kedalam tubuhnya dan menyeret isi perutnya hingga seperti batang pohon kurma yang kosong. Dan azab itu tidak menyisakan satu orangpun diantara mereka

Ketika Alloh hendak membinasakan penduduk sebuah negeri yang telah membunuh seorang mu'min dari keluarga Yasin, Alloh berfirman:

 وما أنزلنا على قومه من بعده من جند من السماء وما كنا منزلين * إن كانت إلا صيحة واحدة فإذاهم خامدين

(Dan setelah dia meninggal) .. Kami tidak menurunkan satu pasukan pun dari langit kepada kaumnya, dan Kami tidak perlu menurunkannya, tidak ada siksa bagi mereka melainkan dengan satu teriakan saja maka seketika itupun mereka mati binasa (Q.S. yasin: 28-29)

Sungguh sangat mudah bagi Alloh menurunkan satu pasukan dari langit tapi cukup bagi Alloh mengutus satu malaikat saja kepada mereka yaitu malaikat Jibril ‘alaihissalam lalu malaikat yang mulia ini berteriak dengan satu teriakan yang menjadikan jantung mereka copot dan modar kojor koid seketika itu juga ..

Sangat mudah bagi Alloh membinasakan orang-orang kafir, akan tetapi Alloh ingin menguji orang-orang mu'min dengan keberadaan orang-orang kafir dan menguji orang-orang kafir dengan adanya orang-orang mu'min sebagaimana Alloh Firmankan didalam surah muhammad ayat 4 diatas. Apa tujuannya? Ulama mengatakan agar ada jihad, agar ada pengorbanan, agar ada mati syahid dari fihak orang mu'min sehingga dengannya Alloh akan meninggikan derajat mereka, memuliakan maqam mereka dan menjadikan mereka menjadi hamba yang dekat kepadaNya. Sementara bagi orang-orang kafir bagi mereka dua keburukan yaitu kekafiran dan perbuatan menghalangi manusia dari jalan Alloh yang dengannya mereka peroleh kehinaan mendapatkan tempat didasar neraka.

Kita ingat tentang kisah tongkatnya Nabi Musa alaihissalam yang berubah menjadi ular yang besar dan ganas menghabisi ular-ular kecil tukang sihir fir'aun. Sungguh sangat mudah bagi Alloh untuk sekaligus menghabisi fir'aun dengan ular jelmaan tongkat Nabi Musa alaihissalam itu, akan tetapi Alloh berkehendak lain yaitu menjadikan peristiwa itu sebagai ujian dan agar benturan antara yang haq dengan yang bathil tetap berlangsung dan tidak berhenti disitu ..

Sekiranya Alloh menghendaki niscaya Dia membinasakan mereka, tapi Dia hendak mengujimu antara satu dengan yang lain, dan orang-orang yang gugur di jalan Alloh, Alloh tidak akan menyia-nyiakan amal mereka, Alloh memberi petunjuk kepada mereka dan memperbaiki kondisi mereka dan memasukkan kedalam surga yang telah diperkenalkanNya kepada mereka (Q.S. muhammad: 4-6)

Alloh Maha Kuasa menghancurkan musuh-musuhNya tanpa harus ada jihad, tanpa pengorbanan dan tanpa mati syahid dari fihak kaum mu'minin sebagaimana Alloh Maha Kuasa memberikan hidayah kepada seluruh manusia tanpa kecuali tanpa ada usaha keras dari para da'i karena sesungguhnya Alloh yang menguasai hati semua manusia sebagaimana FirmanNya:

 ولو شئنا لآتينا كل نفس هدىها

Dan jika Kami mau niscaya Kami berikan setiap jiwa hidayah baginya (Q.S. assajadah: 13)

 ولو شاء ربك لآمن من فى الأرض جميعا

Jika Rabbmu menghendaki tentulah beriman semua orang di bumi seluruhnya (Q.S. yunus: 99)

Namun Alloh senang melihat para da'i bekerja keras dalam rangka menuntun manusia, berjihad dengan harta dan jiwa mereka menegakkan agama Alloh, lalu Alloh berikan mereka ganjaran pahala yang agung, dan Alloh Yang Maha Tau Dan Maha Bijaksana punya tujuan dalam semua peristiwa dan semua urusan hamba-hambaNya ..

Wallaahu yaquulul haqqa wa huwa yahdis sabiil .. (iwn)

Mereka yang Kaya karena Menjual dengan Harga Murah


Oleh: Mas Iwan

Wanita adalah mahluk yang diciptakan Alloh l dengan segala keunikannya, betapa tidak? Secara fisik mereka ditakdirkan tidak lebih kuat dari pada pria namun kenyataannya tidak selalu wanita dapat dikalahkan oleh pria. Dalam kehidupan nyata tidak sedikit kaum pria yang bertekuk lutut di hadapan wanita. Seolah mereka lupa akan kekuatan fisik yang mereka miliki.

Berbicara mengenai wanita, di bumi ini tidak ada satu agamapun yang menghargai dan memuliakan wanita melebihi ISLAM. Islamlah yang senantiasa melindungi kehormatan dan hak-hak wanita dengan sangat adil meskipun tidak sedikit dari mereka (para wanita) karena kebodohannya justru menentang perlakuan adil tersebut. Bahkan menganggap bahwa Islam adalah agama yang diskriminatif terhadap hak-hak dan kebebasan wanita.

Salah satu hal yang paling sering dijadikan tuduhan diskriminasi Islam terhadap wanita adalah mengenai kewajiban mengenakan kerudung hijab seperti yang difirmankan Alloh dalam Al Quran berikut:

“Katakanlah kepada wanita-wanita beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.’” (Qs. An-Nuur: 31)

Dan firman-Nya,
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzaab: 59)

Dan sabda Rosululloh n berikut:
“Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaithan akan menghiasinya.” (Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi)

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Dan banyak lagi keterangan mengenai kewajiban berhijab bagi wanita dan ancaman jika tidak berhijab. Namun seiring dengan berubahnya zaman, seakan kini kewajiban menutup aurat bagi wanita tidak dianggap sebagai hal yang penting atau bahkan mungkin ancaman Alloh dan Rosul-Nya dianggap sebatas main-main saja? Wal’iyadzubillah. Acapkali kita menyaksikan di media-media banyak sekali wanita-entah itu selebriti, model, atau orang umum sekalipun-yang “mengobral” aurat mereka demi mendapatkan secuil kekayaan duniawi. Mereka menjadi kaya dan terkenal karena “keberaniannya” memamerkan apa yang mereka miliki (baca: aurat) ke semua orang. Sepertinya gemerlap kehidupan dunia dan segala kemewahannya telah mengalahkan janji dan ancaman Alloh l .

Jika kita cermati perumpamaan dunia dibandingkan akhirat tidaklah seberapa, bahkan dalam sebuah hadist riwayat Imam Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah disebutkan Rosululloh n bersabda, “Dunia ini dibanding akhirat tiada lain hanyalah seperti jika seseorang diantara kalian mencelupkan jarinya ke lautan, maka hendaklah dia melihat air yang menempel di jarinya setelah dia menariknya kembali.”

Sungguh sangat ironis jika kita tahu bagaimana kedudukan dunia dibanding akhirat tetapi tidak sedikit dari kita (terutama para wanita) yang dengan “suka rela” mengorbankan akhiratnya hanya untuk kesenangan dunia yang tidak seberapa. Secara materi dunia mereka kaya dan bahkan memiliki segalanya tetapi mereka lupa bahwa mereka telah menghargai diri (baca: aurat) mereka dengan begitu murahnya. Segala sesuatunya akan dimintai pertanggungjawaban di hari akhir kelak dan siapakah yang lebih teliti perhitungannya melebihi Alloh l ? wallohu a’lam bisshowab. (iwn)

Referensi hadist:



Sudahkah Kita Berbakti Kepada Orang Tua?


Oleh: Mas Iwan

Ada sebuah kisah nyata, pada suatu hari seorang ibu sedang bercengkerama dengan anak-anaknya yang sedang asyik belajar. Ia memberikan buku gambar dan krayon kepada anak bungsunya yang masih berusia 4 tahun. Tentunya agar si bungsu tidak mengganggu kakak-kakaknya. Tiba-tiba dia teringat belum menyiapkan makan siang untuk bapak mertuanya. Seorang kakek tua sakit-sakitan yang tinggal di salah satu paviliun yang terpisah dari bangunan rumah utama.

Sehari-hari sang istrilah yang lebih banyak mengurus Bapak mertuanya. Ia mengurusnya sebisanya, suaminya pun cukup puas dengan apa yang dilakukan sang istri untuk ayahnya yang tidak bisa keluar dari ruangan karena kesehatan yang semakin menurun.

Si istri segera menyiapkan makanan dan mengantarkannya sendiri. Ia juga menanyakan apakah ada hal lain yang ia minta. Setelah beres ia kembali menemani anak-anaknya. Ia memperhatikan si bungsu yang sedang menggambar kotak segi empat dengan garis-garis di dalamnya. Sepertinya ia sedang menggambar denah rumah. “Adek sedang menggambar apa?” tanya ibu. “Ini gambar rumahku nanti kalau sudah besar.” Jawabnya.

Kemudian si Ibu menunjuk setiap ruangan sambil menanyakan, “Ini ruangan apa?” “Ini dapur, ruang tamu, kamar tidur, ….” Kata si Bungsu bersemangat. Kemudian si Ibu menunjuk gambar persegi empat yang terpisah dari denah utama, “Ruangan ini kok ada di luar rumah?” Dengan polos si Bungsu menjawab, “Ruangan ini untuk ibu nanti, Ibu tinggal disitu seperti Kakek yang tinggal di paviliun.”
Barulah si Ibu tersadar dengan ucapan polos putranya. Ternyata selama ini ia dan suaminya telah durhaka kepada orang tua. Ia bersyukur telah disadarkan oleh putra bungsunya.
Dari Ibnu Umar a berkata bahwa Rosululloh n bersabda, “Berbaktilah kepada kedua orang tua, niscaya anak kalian akan berbakti kepada kalian.” (H.R. Thabrani)

Dikutip dari majalah arrisalah Vol. X No. 3 Ramadhan-Syawal 1432 H/September 2010 (dengan perubahan seperlunya) –iwn--

WANITA PEMBUNUH ABU LAHAB


Oleh: Ustadz Ibnu Hasan Ath Thobari

Siapa tidak kenal Abu Lahab? Namanya diabadikan Allah dalam Qur'an ketika ia bersama istrinya dijebloskan ke dalam api neraka. Akan tetapi, banyak diantara kita yang tidak mengetahui bagaimana matinya seorang musuh Allah bernama Abu Lahab ini. Seorang pembesar bangsa Quraisy yang juga salah seorang paman Nabi kita yang mulia Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Ternyata yang menyebabkan matinya Abu Lahab adalah sebuah pukulan yang dilakukan oleh seorang shahabiyyah yang mulia. Beliau adalah Lubabah Al-Kubra yang dikenal dengan panggilan Ummu Fadl binti Al-Harits radhiyallahu anha. Wanita yang juga menjadi saudara kandung Sayyidah Maimunah binti Al-Harits radhiyallahu anha.

Ummu Fadl tercatat sebagai wanita kedua yang masuk Islam setelah Ummul Mu'minin Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu anha. Ummu Fadl juga adalah seorang istri dari sahabat yang mulia sekaligus paman dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yaitu Al-Abbas ibn Abdil Muththalib radhiyallahu anhu.
Rasulullah sendiri sering mengunjunginya dan beristirahat siang di rumahnya. Keluarga mulia ini juga termasuk salah satu tempat bersandar Rasulullah pada masa sulit. Lain halnya dengan Ummu Jamil. Meski kata jamil terlekat dinamanya, namun perangai dan tingkah lakunya jauh dari keindahan. Sebagai isteri Abu Lahab, Ummu Jamil adalah wanita yang terkenal aktif memusuhi dan memerangi Islam. Tak jarang diantara dua keluarga yang masih sangat dekat hubungannya itu menimbulkan percekcokan.

Ummu Fadl, bersama suami dan anak-anaknya pun kemudian sepakat untuk menyembunyikan keIslaman mereka karena khawatir dengan kejahatan kaumnya. Namun Allah berkehendak lain, Al-Abbas malah tertawan ditangan kaum muslimin saat Perang Badr. Kondisi kaum muslimin yang belum mengetahui perihal keIslamannya sedikit banyak menyulitkan Rasulullah. Walhasil beliaupun menebus sang paman Al-Abbas seperti orang musyrik lainnya. Taktik ini dilakukan agar rahasia keIslaman Al Abbas tetap tidak terbongkar oleh orang-orang Quraisy. Ummu Fadl pun melihat kemarahan orang-orang kafir termasuk iparnya, Abu Lahab. Kekalahan kaum kafir dalam Perang Badr sangat mengiris hati Abu Lahab. Ummu Fadl pun mewanti-wanti ke empat anaknya agar tidak menunjukkan raut wajah bahagia sehingga keIslaman mereka tetap tidak bocor ke telinga kaum Quraisy.

Namun sebuah kejadian betul-betul merubah segalanya. Hal ini bermula ketika Ummu Fadl beserta seorang budaknya bernama Abu Rafi` turut mendengarkan perbincangan di ujung rumahnya antara iparnya, Abu Lahab dan keponakannya Abu Sufyan Ibnul Harits.
Saat itu, Abu Sufyan menceritakan kepada Abu Lahab bagaimana kaumnya kalah melawan kaum muslimin. Abu Lahab pun hanya bisa marah-marah dan melontarkan sumbah serapah atas kenyataan itu. Sebaliknya, di ujung rumah, Ummu Fadl justru sangat bersuka cita atas apa yang didengarnya.

Abu Sufyan berkata, ”Demi Allah, walau demikian aku tidak akan menyalahkan mereka karena kami menghadapi manusia-manusia putih berkuda putih diantara langit dan bumi dan tidak ada yang mampu mengalahkan mereka.”
Tentu saja Ummu Fadl merasa bahagia mendengarnya, akan tetapi Abu Rafi` tidak lagi mampu menahan rasa bahagianya hingga kemudian ia berteriak, ”Demi Allah, itu adalah para Malaikat!!”

Mendengar teriakan itu, Abu Lahab bangkit. Dengan diliputi rasa marah, ia lantas menghampiri Abu Rafi' lalu memukulnya secara keras. Sontak saja melihat budaknya dipukul, Ummu Fadl menjadi lupa terhadap langkah untuk menyembunyikan keIslamannya. Wanita mulia ini kemudian mencabut sebuah tiang yang ada di rumahnya dan lewat jiwa pemberani langsung menghajar kepala Abu Lahab lalu berkata, ”Beraninya kamu memukul Abu Rafi`saat tidak ada majikannya”.

Apa yang terjadi? Kepala Abu Lahab bonyok bukan kepalang. Rambutnya dibanjiri kucuran darah dari pentungan yang dilayangkan Ummu Fadl. Abu lahab pun kemudian meninggalkan rumah saudaranya, Al-Abbas. Berselang tujuh malam, luka tersebut semakin parah dan bekas pukulan itu menembus sampai otak hingga menyebabkan pembusukan.

Orang-orang di sekitar pun mulai menjauhinya. Para warga mencium bau tidak sedap yang keluar dari luka Abu Lahab. Mereka juga khawatir luka Abu Lahab dapat menular menimpa mereka. Abu Lahab pun akhirnya hidup sendiri. Ia mengerang pedih tanpa ada yang membantu. Istrinya, Ummu Jamil (hammalatul hathab) yang seharusnya berada di sampingnya, justru pergi bersama anak-anaknya menjauhi sang suami. Dan naas, tak lama kemudian Abu Lahab benar-benar tewas.

Selama tiga hari, jasad Abu Lahab dibiarkan tergeletak tanpa ada yang bersedia menguburkan. Para warga tidak berani mendekati jasadnya. Akhirnya karena bau busuk yang kian menjadi, maka digali juga sebuah lubang kubur bagi Abu Lahab. Bangkai Abu Lahab didorong-dorong dengan sebilah kayu sampai masuk lubang.

Tidak hanya itu, prosesi penguburan pun berlangsung secara mengenaskan. Dari jauh warga melempari kuburan Abu Lahab dengan batu hingga mereka yakin betul jasadnya telah tertutup rapat. Ya sebuah tragedi kematian yang lebih hina dari kematian seekor ayam sekalipun.
Itulah akhir hayat yang dialami oleh manusia yang sombong kepada Allah dan menolak risalah NabiNya shallaallahu alaihi wa sallam.

Wallahu a`lam (iwn/muslimisme)

Pilih Sendiri Surga Mana Yang Kamu Suka

Oleh: Fuad Al Hazimi


Pilih Sendiri Surgamu

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ

اقْرَأْ وَارْقَ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

“Dikatakan kepada shahibul Qur'an , bacalah dan tingkatkanlah bacaanmu serta bacalah dengan tartil seperti engkau membacanya dengan tartil ketika di dunia karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’I, Tirmidzi berkata, hadits hasan shahih)

Shahibul Qur'an bukan sekedar membaca Al Qur'an tetapi tidak memahami isinya dan bahkan bertentangan antara kehidupannya dengan kandungan dan isi Al Qur'an yg dibacanya. Shahibul Qur'an adalah orang yang membacanya, menghafalkannya, mentadabburinya, memahami isinya, berakhlaq dengan akhlaq Al Qur'an, menghalalkan yg dihalalkan Al Qur'an dan mengharamkan yang diharamkannya. Patuh pada yang muhkamat dan beriman terhadap yang mutasyabihat. Memahami tafsir Al Qur'an, hukum-hukum syari'ah dalam Al Qur'an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup, undang-undang dasarnya dan sebagai Imam atau pemimpin bagi kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Inilah di antara makna Ahul Qur'an atau Shahibul Qur'an.

Orang seperti ini yang sehari-harinya lisannya tidak pernah kering dari bacaan Al Qur'an dan akhlaknya adalah perwujudan dari Al Qur'an, yang diberi kehormatan "memilih" surga mana yang ia suka.

Allahumma ij'alnaa min ahlil Qur'an alladziina hum ahluka khashshsatuka : Ya Allah jadikanlah kami sebagai Ahlul Qur'an yang merupakan "ahli (orang terdekat) Mu dan orang-orang pilihan-Mu"

KEUTAMAAN MEMBACA DAN MENGKAJI AL QUR’AN

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri”. (QS Fathir 29-30)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal”. (QS Al Anfal 2)

"Sesungguhnya orang yang benar-benar beriman kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong". (QS As Sajdah 15)

"Sebaik-baik kalian adalah mereka yang belajar Al Qur'an dan mengajarkannya" (HR. Bukhari dan Muslim)

“Orang yang mahir membaca Al Qur’an ia bersama-sama dengan para utusan yang mulia lagi terpuji (para malaikat). Sedangkan orang yang membaca Al Qur’an, tetapi dia tidak mahir, membacanya tertegun-tegun dan nampak agak berat lidahnya (belum lancar), dia akan mendapat dua pahala.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Sesungguhnya Allah Ta’alaa mengangkat derajat beberapa golongan manusia dengan Kalam ini (Al Qur’an) dan merendahkan derajat golongan lainnya.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Bacalah Al-Qur’an karena dia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (Riwayat Muslim)

“Barangsiapa membaca satu huruf Kitab Allah, maka dia mendapat pahala satu kebaikan sedangkan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif, satu huruf dan Lam satu huruf serta Mim satu huruf.” (Riwayat Tirmidzi dan katanya: hadits Hasan Shahih)

“Sesungguhnya orang yang tidak terdapat dalam rongga badannya sesuatu dari Al-Qur’an adalah seperti rumah yang roboh.” (Riwayat Tirmidzi dan katanya: hadits hasan sahih)

MINTALAH DENGAN AL QUR'AN ALLAH BERIKAN APA YG TDK DIBERIKAN KPD MEREKA YG MEMINTA

Allah Berfirman dalam Hadits Qudsy : “Barangsiapa disibukkan dengan mengkaji Al Qur’an dan menyebut nama-Ku (berdzikir), sehingga tidak sempat meminta kepada-Ku, maka Aku berikan kepadanya sebaik-baik pemberian yang Aku berikan kepada orang orang yang meminta. Dan keutamaan kalam Allah atas perkataan lainnya adalah seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya”. (Riwayat Tirmidzi dan katanya: hadits hasan)

Rasulullah bersabda : “Di hari kiamat nanti Al Qur’an akan datang menemani kita (ahlul Qur’an) seraya berkata : “Ya Rabbi, pakaikanlah untuknya mahkota kemulyaan, lalu ia pun diberi mahkota kemulyaan. Lalu Al Qur’an berkata : “Ya Allah tambahkan lagi”. Maka kemudian dikenakanlah padanya pakaian kemulyaan”. Lalu Al Qur’an berkata “Ya Rabb limpahkan keridhoan-Mu padanya. Lalu Allah pun ridho atasnya. Lalu dikatakan kepadaya : “Bacalah, dan tingkatkan bacaanmu, niscaya akan ditambahkan kepadamu satu kebajikan dalam setiap satu ayat”. (HR Tirmidzi dengan sanad Hasan Shahih)

Al QUR'AN ADALAH PENYEMBUH

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”. (QS Al Isra' 82)

“Bacalah Al Qur’an karena Allah tidak menyiksa hati yang menghayati Al Qur’an”. (HR Ibnu Abi Dawud dengan sanad Shahih)

DO’A PARA PECINTA AL QUR’AN

Rasulullah bersabda :

“Barangsiapa yang sedang mendapatkan musibah, kesedihan hati dan kegundahan jiwa kemudian membaca do’a ini pastilah Allah akan menghilangkan semua kesedihan dan kesulitannya serta menggantikan dengan jalan keluar baginya”.

اَللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوْبِناَ، وَنُوْرَ صُدُوْرِناَ، وَجَلاَءَ أَحْزَانِناَ، وَذَهَابَ هُمُوْمِناَ

“Ya Allah jadikanlah Al Qur’an sebagai penyejuk hati kami, cahaya yang menyinari dada kami, pelipur duka kami dan penghapus kesedihan kami”.

Lalu seseorang bertanya kepada Rasulullah“Ya Rasulallah, bolehkah kami menghafalkannya ?”.

Beliau menjawab : “Aku anjurkan bagi yang mendengarnya agar menghafalkan (dan mengamalkannya)”.

(HR. Hakim dalam Al Mustadrak, beliau berkata : Hadits ini Shahih dengan persyaratan Imam Muslim)

اَللَّهُمَّ اجْعَلْناَ مِمَّنْ يُحِلُّ حَلاَلَهُ وَيُحَرِّمُ حَرَامَهُ، وَيَعْمَلُ بِمُحْكَمِهِ وَيُؤْمِنُ بِمُتَشَابِهِهِ، وَيَتْلُوْهُ حَقَّ تِلاَوَتِه

Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang menghalalkan yang diharamkan Al Qur'an dan mengharamkan yang dihalalkannya, mengamalkan yang telah muhkam (pasti hukumnya) dan beriman dengan yang Mutasyabihat (masih samar-samar maknanya, dan hanya Allah yang Mengetahuinya) serta membacanya dengan bacaan sungguh-sungguh"

اَللَّهُمَّ ارْحَمْناَ بِالْقُرْآنْ، وَاجْعَلْهُ لَناَ إِماَماً وَنُوْراً وَهُدًى وَرَحْمَةْ . اَللَّهُمَّ ذَكِّرْناَ مِنْهُ ماَ نَسِيْناَ، وَعَلِّمْناَ مِنْهُ ماَ جَهِلْناَ، وَارْزُقْنـاَ تِلاَوَتَهُ آناَءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهاَرْ، وَاجْعَلْهُ لَناَ حُجَّةً، ياَ رَبَّ الْعاَلمَيِنْ.

Ya Allah limpahkanlah kasih sayang-Mu kepada kami dengan (melalui) Al Qur’an, jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk dan rahmat bagi kami. Ya Allah ingatkanlah apa-apa yang kami lupa darinya, ajarkanlah yang kami tidak tahu, dan limpahkanlah rizki kepada kami (dalam bentuk) membacanya sepanjang siang dan malam hari. Dan jadikanlah ia pembela kami di hari kiamat nanti, wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang“Ya Allah limpahkanlah kasih sayang-Mu kepada kami dengan”.

CATATAN :

Bagi yg ANTI SYARI'AH ISLAM JANGAN BACA DO'A INI, karena menjadikan Al Qur'an sebagai pemimpin berarti menerapkan Syari'ah Allah dalam kehidupannya.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates