Amru Khalid
Ketika ketaatan berubah menjadi sekedar rutinitas maka berkuranglah rasa ketaatan dalam beribadah tersebut, idealnya setiap berangkat ke masjid, mengenakan hijab, atau aktivitas lainnya hendaklah selalu mengingat niat kita agar semangat dan keikhlasan kita baru kembali.
Imam Ibnu Taimiyah
Apa yang bisa dilakukan musuhku terhadapku? Taman dan kebunku ada di dadaku, jika aku pergi ia selalu bersamaku dan takkan meninggalkanku, jika aku dipenjara maka itulah khalwatku, jika aku dibunuh maka itulah syahidku, jika aku diusir dari negeri maka itulah tamasyaku.
Imam Ahmad
Jika suatu hari engkau sedang sendiri maka janganlah berkata, "aku tengah sendiri" tapi hendaklah engkau mengatakan bahwa engkau selalu berada di bawah pengawasan Allah.
Jika Alloh Menghendaki Kalian Pasti Menang
Mereka yang Kaya karena Menjual dengan Harga Murah
Sudahkah Kita Berbakti Kepada Orang Tua?
WANITA PEMBUNUH ABU LAHAB
Ummu Fadl, bersama suami dan anak-anaknya pun kemudian sepakat untuk menyembunyikan keIslaman mereka karena khawatir dengan kejahatan kaumnya. Namun Allah berkehendak lain, Al-Abbas malah tertawan ditangan kaum muslimin saat Perang Badr. Kondisi kaum muslimin yang belum mengetahui perihal keIslamannya sedikit banyak menyulitkan Rasulullah. Walhasil beliaupun menebus sang paman Al-Abbas seperti orang musyrik lainnya. Taktik ini dilakukan agar rahasia keIslaman Al Abbas tetap tidak terbongkar oleh orang-orang Quraisy. Ummu Fadl pun melihat kemarahan orang-orang kafir termasuk iparnya, Abu Lahab. Kekalahan kaum kafir dalam Perang Badr sangat mengiris hati Abu Lahab. Ummu Fadl pun mewanti-wanti ke empat anaknya agar tidak menunjukkan raut wajah bahagia sehingga keIslaman mereka tetap tidak bocor ke telinga kaum Quraisy.
Namun sebuah kejadian betul-betul merubah segalanya. Hal ini bermula ketika Ummu Fadl beserta seorang budaknya bernama Abu Rafi` turut mendengarkan perbincangan di ujung rumahnya antara iparnya, Abu Lahab dan keponakannya Abu Sufyan Ibnul Harits.
Abu Sufyan berkata, ”Demi Allah, walau demikian aku tidak akan menyalahkan mereka karena kami menghadapi manusia-manusia putih berkuda putih diantara langit dan bumi dan tidak ada yang mampu mengalahkan mereka.”
Mendengar teriakan itu, Abu Lahab bangkit. Dengan diliputi rasa marah, ia lantas menghampiri Abu Rafi' lalu memukulnya secara keras. Sontak saja melihat budaknya dipukul, Ummu Fadl menjadi lupa terhadap langkah untuk menyembunyikan keIslamannya. Wanita mulia ini kemudian mencabut sebuah tiang yang ada di rumahnya dan lewat jiwa pemberani langsung menghajar kepala Abu Lahab lalu berkata, ”Beraninya kamu memukul Abu Rafi`saat tidak ada majikannya”.
Apa yang terjadi? Kepala Abu Lahab bonyok bukan kepalang. Rambutnya dibanjiri kucuran darah dari pentungan yang dilayangkan Ummu Fadl. Abu lahab pun kemudian meninggalkan rumah saudaranya, Al-Abbas. Berselang tujuh malam, luka tersebut semakin parah dan bekas pukulan itu menembus sampai otak hingga menyebabkan pembusukan.
Wallahu a`lam (iwn/muslimisme)
Pilih Sendiri Surga Mana Yang Kamu Suka

Oleh: Fuad Al Hazimi
Pilih Sendiri Surgamu
يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ
اقْرَأْ وَارْقَ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا
“Dikatakan kepada shahibul Qur'an , bacalah dan tingkatkanlah bacaanmu serta bacalah dengan tartil seperti engkau membacanya dengan tartil ketika di dunia karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’I, Tirmidzi berkata, hadits hasan shahih)
Shahibul Qur'an bukan sekedar membaca Al Qur'an tetapi tidak memahami isinya dan bahkan bertentangan antara kehidupannya dengan kandungan dan isi Al Qur'an yg dibacanya. Shahibul Qur'an adalah orang yang membacanya, menghafalkannya, mentadabburinya, memahami isinya, berakhlaq dengan akhlaq Al Qur'an, menghalalkan yg dihalalkan Al Qur'an dan mengharamkan yang diharamkannya. Patuh pada yang muhkamat dan beriman terhadap yang mutasyabihat. Memahami tafsir Al Qur'an, hukum-hukum syari'ah dalam Al Qur'an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup, undang-undang dasarnya dan sebagai Imam atau pemimpin bagi kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Inilah di antara makna Ahul Qur'an atau Shahibul Qur'an.
Orang seperti ini yang sehari-harinya lisannya tidak pernah kering dari bacaan Al Qur'an dan akhlaknya adalah perwujudan dari Al Qur'an, yang diberi kehormatan "memilih" surga mana yang ia suka.
Allahumma ij'alnaa min ahlil Qur'an alladziina hum ahluka khashshsatuka : Ya Allah jadikanlah kami sebagai Ahlul Qur'an yang merupakan "ahli (orang terdekat) Mu dan orang-orang pilihan-Mu"
KEUTAMAAN MEMBACA DAN MENGKAJI AL QUR’AN
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri”. (QS Fathir 29-30)
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal”. (QS Al Anfal 2)
"Sesungguhnya orang yang benar-benar beriman kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong". (QS As Sajdah 15)
"Sebaik-baik kalian adalah mereka yang belajar Al Qur'an dan mengajarkannya" (HR. Bukhari dan Muslim)
“Orang yang mahir membaca Al Qur’an ia bersama-sama dengan para utusan yang mulia lagi terpuji (para malaikat). Sedangkan orang yang membaca Al Qur’an, tetapi dia tidak mahir, membacanya tertegun-tegun dan nampak agak berat lidahnya (belum lancar), dia akan mendapat dua pahala.” (Riwayat Bukhari & Muslim)
“Sesungguhnya Allah Ta’alaa mengangkat derajat beberapa golongan manusia dengan Kalam ini (Al Qur’an) dan merendahkan derajat golongan lainnya.” (Riwayat Bukhari & Muslim)
“Bacalah Al-Qur’an karena dia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (Riwayat Muslim)
“Barangsiapa membaca satu huruf Kitab Allah, maka dia mendapat pahala satu kebaikan sedangkan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif, satu huruf dan Lam satu huruf serta Mim satu huruf.” (Riwayat Tirmidzi dan katanya: hadits Hasan Shahih)
“Sesungguhnya orang yang tidak terdapat dalam rongga badannya sesuatu dari Al-Qur’an adalah seperti rumah yang roboh.” (Riwayat Tirmidzi dan katanya: hadits hasan sahih)
MINTALAH DENGAN AL QUR'AN ALLAH BERIKAN APA YG TDK DIBERIKAN KPD MEREKA YG MEMINTA
Allah Berfirman dalam Hadits Qudsy : “Barangsiapa disibukkan dengan mengkaji Al Qur’an dan menyebut nama-Ku (berdzikir), sehingga tidak sempat meminta kepada-Ku, maka Aku berikan kepadanya sebaik-baik pemberian yang Aku berikan kepada orang orang yang meminta. Dan keutamaan kalam Allah atas perkataan lainnya adalah seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya”. (Riwayat Tirmidzi dan katanya: hadits hasan)
Rasulullah bersabda : “Di hari kiamat nanti Al Qur’an akan datang menemani kita (ahlul Qur’an) seraya berkata : “Ya Rabbi, pakaikanlah untuknya mahkota kemulyaan, lalu ia pun diberi mahkota kemulyaan. Lalu Al Qur’an berkata : “Ya Allah tambahkan lagi”. Maka kemudian dikenakanlah padanya pakaian kemulyaan”. Lalu Al Qur’an berkata “Ya Rabb limpahkan keridhoan-Mu padanya. Lalu Allah pun ridho atasnya. Lalu dikatakan kepadaya : “Bacalah, dan tingkatkan bacaanmu, niscaya akan ditambahkan kepadamu satu kebajikan dalam setiap satu ayat”. (HR Tirmidzi dengan sanad Hasan Shahih)
Al QUR'AN ADALAH PENYEMBUH
“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”. (QS Al Isra' 82)
“Bacalah Al Qur’an karena Allah tidak menyiksa hati yang menghayati Al Qur’an”. (HR Ibnu Abi Dawud dengan sanad Shahih)
DO’A PARA PECINTA AL QUR’AN
Rasulullah bersabda :
“Barangsiapa yang sedang mendapatkan musibah, kesedihan hati dan kegundahan jiwa kemudian membaca do’a ini pastilah Allah akan menghilangkan semua kesedihan dan kesulitannya serta menggantikan dengan jalan keluar baginya”.
اَللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوْبِناَ، وَنُوْرَ صُدُوْرِناَ، وَجَلاَءَ أَحْزَانِناَ، وَذَهَابَ هُمُوْمِناَ
“Ya Allah jadikanlah Al Qur’an sebagai penyejuk hati kami, cahaya yang menyinari dada kami, pelipur duka kami dan penghapus kesedihan kami”.
Lalu seseorang bertanya kepada Rasulullah“Ya Rasulallah, bolehkah kami menghafalkannya ?”.
Beliau menjawab : “Aku anjurkan bagi yang mendengarnya agar menghafalkan (dan mengamalkannya)”.
(HR. Hakim dalam Al Mustadrak, beliau berkata : Hadits ini Shahih dengan persyaratan Imam Muslim)
اَللَّهُمَّ اجْعَلْناَ مِمَّنْ يُحِلُّ حَلاَلَهُ وَيُحَرِّمُ حَرَامَهُ، وَيَعْمَلُ بِمُحْكَمِهِ وَيُؤْمِنُ بِمُتَشَابِهِهِ، وَيَتْلُوْهُ حَقَّ تِلاَوَتِه
Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang menghalalkan yang diharamkan Al Qur'an dan mengharamkan yang dihalalkannya, mengamalkan yang telah muhkam (pasti hukumnya) dan beriman dengan yang Mutasyabihat (masih samar-samar maknanya, dan hanya Allah yang Mengetahuinya) serta membacanya dengan bacaan sungguh-sungguh"
اَللَّهُمَّ ارْحَمْناَ بِالْقُرْآنْ، وَاجْعَلْهُ لَناَ إِماَماً وَنُوْراً وَهُدًى وَرَحْمَةْ . اَللَّهُمَّ ذَكِّرْناَ مِنْهُ ماَ نَسِيْناَ، وَعَلِّمْناَ مِنْهُ ماَ جَهِلْناَ، وَارْزُقْنـاَ تِلاَوَتَهُ آناَءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهاَرْ، وَاجْعَلْهُ لَناَ حُجَّةً، ياَ رَبَّ الْعاَلمَيِنْ.
Ya Allah limpahkanlah kasih sayang-Mu kepada kami dengan (melalui) Al Qur’an, jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk dan rahmat bagi kami. Ya Allah ingatkanlah apa-apa yang kami lupa darinya, ajarkanlah yang kami tidak tahu, dan limpahkanlah rizki kepada kami (dalam bentuk) membacanya sepanjang siang dan malam hari. Dan jadikanlah ia pembela kami di hari kiamat nanti, wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang“Ya Allah limpahkanlah kasih sayang-Mu kepada kami dengan”.
CATATAN :
Bagi yg ANTI SYARI'AH ISLAM JANGAN BACA DO'A INI, karena menjadikan Al Qur'an sebagai pemimpin berarti menerapkan Syari'ah Allah dalam kehidupannya.


9/11/2012
muslimisME



